INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Selasa, 05 November 2013

RAHASIA PERINGKAT SABUK DALAM KARATE (1)

Sobat karate, sudah memegang sabuk apakah Anda sekarang di dojo? Kuning? Biru? Atau barangkali sudah sabuk hitam? Tidak perlu berkecil hati jika sobat masih belum sabuk hitam. Memang benar, sabuk hitam adalah impian banyak praktisi karate. Sekedar informasi, setiap sabuk dalam karate mempunyai makna. Setiap sabuk mewakili karakter tertentu. Sehingga jika ada yang mengatakan sabuk putih lebih baik daripada sabuk hitam, maka hal itu tidak sepenuhnya benar.   Berbeda dengan bela diri ala barat, bela diri timur biasanya mempunyai akar filosofi yang kuat. Bukan hanya gaya atau teknik bela dirinya, bahkan untuk urusan peringkatpun juga demikian. Ini bisa dilihat dari warna sabuk atau gelar yang berbeda. Ukuran untuk menentukan dua hal diatas biasanya dari usia, kemampuan yang dimiliki praktisinya, dan tingkat kesulitan teknik yang sedang dipelajari.Dalam bela diri Jepang seperti judo, karate, dan aikido ada dua jenis peringkat, yaitu mudansha (berarti pemula atau dibawah sabuk hitam) dan yudansha (telah memegang sabuk hitam). Praktisi pada level mudansha sering disebut kyū (dibaca: kyuu), dan sistem ini berbeda antar dojo atau aliran. Ada aliran yang mengawali dengan sabuk berwarna putih sementara di dojo yang lain menggunakan sabuk berwana putih dengan strip tertentu. Contoh lain ada dojo yang menyebut sabuk hijau berada di level Gokyū (kyū lima) tapi ada dojo yang menyebutnya diatas atau dibawah peringkat itu.    Sebagai tambahan, di Jepang moderen penggunaan istilah kyū ini ternyata juga diterapkan di dunia pendidikan. Di sekolah menulis huruf kanji, misalnya, mereka menerapkan ujian kelulusan berbasis kyū. Para murid akan mulai dari kyū sepuluh hingga paling akhir adalah kyū satu. Kurang lebih mirip dengan ujian naik kelas di sekolah Indonesia. Saking sulitnya, bahkan ada juga ujian pre- kyū, atau test sebelum masuk level kyū.      
Seorang gadis menulis kanji di salah satu sekolah menulis kanji di Tokyo. Foto berasal dari Japan Daily Press

Nah, kembali lagi ke bela diri Jepang, peringkat kyū menggunakan sistem progresif (meningkat) dalam urutan menurun. Artinya, peserta akan mulai dari kyū terendah yaitu sepuluh, dan menempuh ujian demi ujian hingga kyū satu sebagai yang tertinggi. Semakin tinggi peringkat yang akan diraih, maka makin sulit pula ujiannya. Berikut ini adalah urutan standar baku peringkat kyū di Jepang:

PERINGKAT
PENULISAN
PENGUCAPAN
Kyū 1 (tertinggi)
一級
Ikkyuu
Pre Kyū 1  
準一級
Jun-Ikkyuu
Kyū 2
二級
Nikkyuu
Pre Kyū 2
準二級
Jun-Nikyuu
Kyū 3
三級
Sankyuu
Kyū 4
四級
Yonkyuu
Kyū 5
五級
Gokyuu
Kyū 6
六級
Rokyuu
Kyū 7
七級
Nanakyuu
Kyū 8
八級
Hachikyuu / Hakyuu
Kyū 9
九級
Kyuukyuu
Kyū 10
十級
Jukkyuu
Tanpa Peringkat
無級
Mukyuu
 
Lalu bagaimana dengan Shotokan? Funakoshi memang mengadopsi sistem peringkat dalam judo, namun itupun tidak sepenuhnya. Saat awal modernisasi karate di Jepang, Funakoshi hanya menerapkan tiga warna sabuk untuk Shotokan, yaitu: putih untuk kyū delapan sampai empat, coklat untuk kyū tiga sampai satu, dan tentu saja sabuk hitam. Untuk yudansha sendiri Funakoshi awalnya hanya menetapkan maksimal sampai godan (dan lima).

Setelah berakhirnya Perang Dunia II para tokoh karate di Jepang berkumpul. Mereka adalah Gichin Funakoshi (Shotokan), Tsuyoshi Chitose (Chito-ryu), Kenwa Mabuni (Shito-ryu), Gogen Yamaguchi (Goju-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan). Mereka mengembangkan peringkat kyū/dan menjadi lebih sistematis dan menjadi semacam norma yang baku. Walau demikian, saat itu organisasi yang berasal dari Shotokan seperti JKA dan Shotokai untuk yudansha maksimal masih tetap sampai godan.

Setelah dibentuknya Federation of All Japan Karate-Do Organizations (FAJKO) tahun 1964 dibuatlah standarisasi baru untuk sistem peringkat. Organisasi karate yang berada di bawah payung FAJKO mulai menerapkan warna yang berbeda untuk peringkat mudansha atau kyū. Urutan sabuk untuk karate Jepang dimulai dari putih sebagai paling awal dan hitam sebagai paling akhir. Kecuali putih dan hitam, warna sabuk diantaranya boleh dimodifikasi.

Lain halnya dengan Okinawa. Pulau kecil tempat asal karate ini menerapkan sistem kyū/dan sekitar tahun 1956 setelah dibentuknya Okinawa Karate Association (OKF). Menurut catatan sejarah, Chosin Chibana (Shorin-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan) telah diakui memegang peringkat dalam karate oleh Menteri Pendidikan Jepang. Chibana banyak berperan dalam terbentuknya OKF. Sejak saat itulah ada pembagian peringkat antara murid pemula dengan yang lebih senior. (bersambung – Indoshotokan).

SUMBER : http://indoshotokan.blogspot.com/2013/10/rahasia-peringkat-sabuk-dalam-karate-1.html
Read More...

KEJUARAAN KARATE (INKAI) JAKARTA SELATAN TAHUN 2013


INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
KEJUARAAN KARATE JAKARTA SELATAN
TAHUN 2013


Tanggal : 17 November 2013
Tempat :  Dojo Inkai Propinsi DKI Jakarta ( Jalan Margasatwa No. 123, Pondok labu, Jakarta Selatan)
Waktu : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai.

Biaya Pendaftaran : Perorangan = Rp. 25.000,- Beregu = Rp. 50.000,-

Info Lebih lanjut hub :
Rudi      : 0813 1656 2010
Faisal   : 0821 2222 9656 / 087887665783
Samhari : 0817 666 7567
Aya       : 0856 9305 5077


Read More...

Minggu, 21 Juli 2013

TIGA ALTET KARATE DIKEROYOK SEKURITI DI GBK



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga atlet pelatnas karate dikeroyok belasan petugas keamanan di pintu IX Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013) pagi.

Salah satu korbannya adalah Jintar Simanjuntak (26), atlet karate yang mewakili Indonesia untuk kelas 67 Kg di Sea Games 2013 di Myanmar, Desember nanti.

Jintar mendapat luka sobek di pelipis kiri dan lebam-lebam di telinga kiri. Sedangkan dua atlet lainnya, Hendro (25) dan Dedy (24), luka ringan. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke Mapolsek Jakarta Pusat.

Jintar, ditemui Warta Kota (Tribun Network) di Mapolsek Tanah Abang mengatakan, saat itu sekitar pukul 08.30 WIB, ia bersama 10 atlet lain hendak berlatih di pintu IX Stadion GBK.

Namun, ketika hendak masuk ke tempat latihan, pintu ditutup, dan mereka tidak diperbolehkan masuk oleh seorang sekuriti yang diduga dari Arsenal Fair.

"Tapi setelah pelatih kami datang menginstruksikan pada kami untuk masuk, akhirnya datang penjaga lain memerbolehkan masuk dengan cara lompat pagar," kata Jintar, di Ruang SPK, Mapolsek Tanah Abang, seusai diperiksa.

Namun, lanjut Jintar, karena ada salah satu atlet yang tengah cedera, Asman Husna, tidak bisa meloncati pagar, akhirnya ia membuka pintu tersebut.

Salah satu sekuriti, tuturnya, justru memaki dan mengeluarkan kata-kata kasar. Jintar yang merasa tidak terima, memertanyakan maksud sekuriti itu memakinya.

"Tahu-tahu ada yang mukul saya dari belakang, teman-temannya juga ikut mukulin saya, jumlah banyak, ada belasan orang," ungkap atlet karate peraih dua medali emas di Sea Games 2011.

Merasa kalah jumlah, Jintar dan atlet lain tidak melawan. Sampai akhirnya pelatih dan petugas sekuriti lain melerainya. Setelah kejadian, Jintar bersama atlet lain langsung melapor ke Mapolsek Tanah Abang. Visum pun dilakukan oleh Jintar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk melengkapi laporan.

Jintar mengaku, tiap hari ia bersama atlet karate lain, rutin berlatih di sana. Namun, ia tidak pernah mendapatkan masalah sebelumnya, meskipun kerap diselenggarakan beberapa acara.

"Kemarin-kemarin enggak ada masalah, waktu ada pertandingan Belanda-Indonesia aja enggak masalah, petugas sekuritinya mempersilakan masuk, lagipula itu memang tempat kami berlatih," papar Jintar yang menyesalkan kejadian tersebut.

Klub sepak bola asal Inggris, Arsenal, Minggu (14/7/2013) hari ini akan bertanding melawan Indonesia di GBK. (*) Read More...

POLISI CIDUK DUA TERSANGKA PENGEROYOK ALTET KARATE


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Tanah Abang, Jakarta Pusat terus mencari pengeroyok atlet karate di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013) pagi.

Sementara, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga pengeroyok. Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Widarto mengatakan, pihaknya telah mengamankan AF dan F, yang diduga ikut mengeroyok.

"Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa saksi juga telah kami periksa. Bila mereka terbukti mengeroyok, maka akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan bersama-sama, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," kata Widarto, saat dihubungi, Wartakotalive.com (Tribun Network), Sabtu (13/7/2013). (*)

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/07/14/polisi-ciduk-dua-tersangka-pengeroyok-atlet-karate

Read More...

ATLET KARATE YANG DIKEROYOK SEDANG PERSIAPAN SEA GAMES 2013



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pengeroyokan atlet karate di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013) pagi, terus diusut.

Pelatih para atlet pun bersikeras agar kasus tersebut diusut tuntas. Hasan Basri (41), pelatih para atlet, mengaku akan tetap mengusut kasus tersebut. Sebab, kejadian tersebut sudah melanggar hukum.

"Mereka mengeroyok atlet kami, sangat disesalkan. Padahal, kami sedang berlatih untuk menghadapi pertandingan Sea Games 2013, di Myanmar, Desember nanti," kata Hasan kepada Wartakotalive.com (Tribun Network), di Mapolsek Tanah Abang, Sabtu (13/7/2013).

Tiga atlet pelatnas Karate dikeroyok belasan petugas keamanan di pintu IX Stadion Gelora Bung Karno, Tanahabang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013) pagi.

Salah satu korbannya adalah Jintar Simanjuntak (26), atlet karate yang mewakili Indonesia untuk kelas 67 Kg di Sea Games 2013 di Myanmar, Desember nanti.

Jintar mendapat luka sobek di pelipis kiri dan lebam-lebam di telinga kiri. Sedangkan dua atlet lainnya, Hendro (25) dan Dedy (24), luka ringan. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke Mapolsek Tanah Abang.

Read More...

Rabu, 13 Maret 2013

GASHUKU & UJIAN DAN ZONE III JAKARTA 2013



I. DASAR
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga INKAI;
2. Surat Pengurus Pusat INKAI No.04/INPUS/II/2013 tanggal 18 Februari 2013;
3. Program Kerja Pengurus Provinsi INKAI DKI Jakarta.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Untuk menambah wawasan mengenai Teknik Karate dan peningkatan kualitas
2. Untuk saling mengenal anatr Karateka dari cabang/daerah lain dan sebagai ajang silaturahmi bagi karateka
3. Untuk melaksanakan pembinaan fisik dan mental
4. Untuk memperkokoh rasa persaudaraan dan menciptakan rasa persatuan serta kesatuan

III. PESERTA
1. Karateka anggota INKAI yang memenuhi persyaratan di Wilayah Zone III yang meliputi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan anggota affiliasi.
2. Dapat diikuti oleh Karateka anggota INKAI dari luar Wilayah Zone III

IV. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Gashuku & Ujian DAN INKAI Wilayah Zone III tahun 2013 dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Jumat s/d Minggu, 5 s/d 7 Juli 2013
Tempat : Graha Wisata Ragunan Jakarta Selatan

V. PENDAFTARAN
1. Data dan jumlah peserta dari daerah masing-masing dapat diserahkan ke Sekretariat Panpel terlebih dahulu untuk proses administrasi dari tanggal 1 s/d 5 Juli 2013
2. Untuk menyelesaikan administrasi dapat dilakukan di lokasi tanggal 5 Juli 2013 s/d jam 13.00 WIB

Sekretariat Panpel : Jln. Raya Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp : HP.081316562010 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12520
Contact Person : H. Rakimin : 08129598282
Samhari : 08176667567
081310666976

VI. PERSYARATAN PESERTA
1. Persyaratan Umum :
a. Mengisi Formulir yang disediakan oleh panitia
b. Membayar Uang Gashuku sebesar Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)
c. Membawa Surat Pengantar/Rekomendasi dari Pengurus Cabang diketahui oleh ketua MSH.Provinsi dan disahkan oleh Pengurus Provinsi/Affiliasi.
d. Membawa buku kehadiran latihan di Cabang/Daerah/Affiliasi.
e. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
f. Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 4x6 dan 2x3 masing-masing 3 lembar.
g. Membayar uang iuran MSH selama 2 tahun kedepan sebesar Rp 240.000,- (24 bulan x Rp10.000) apabila tidak naik/lulus uang dikembalikan.

2. Persyaratan Khusus :

A. Ujian ke DAN-I (Penyandang Sabuk Coklat Kyu 1)
1. Penyandang Sabuk Coklat Kyu 1 minimal 6 (enam) bulan.
2. Menunjukkan Ijazah ASLI Kyu 1 yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat INKAI dan menyerahkan copynya.
3. Membayar iuran sabuk coklat, terhitung sejak tanggal di dapat kyu 1 sebesar Rp1000,-/bulan sampai dengan bulan September 2008 sedangkan iuran mulai bulan Oktober 2008 sebesar Rp 10.000,-/bulan sampai dengan pelaksanaan ujian ke DAN I.
4. Membayar uang Ujian sebesar Rp 150.000,-
5. Menguasai KATA Hean 1-5, Teki 1-3 dan Bassai-Dai
6. Semua berkas pendaftaran dimasukkan dalam MAP WARNA MERAH.

B. Ujian ke DAN-II (Penyandang DAN I Senior)
1. Penyandang DAN I Senior minimal 2 (dua) tahun.
2. Menunjukkan Ijazah ASLI Kyu 1 yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat INKAI dan menyerahkan copynya.
3. Membayar iuran MSH, terhitung sejak validnya kartu MSH sampai dengan pelaksanaan ujian DAN II sebesar Rp 1.000,-/bulan sampai dengan bulan September 2008 sedangkan iuran mulai bulan Oktober 2008 sebesar Rp10.000,-/bulan
4. Membayar uang Ujian sebesar Rp 200.000,-
5. Menguasai KATA Hean 1-5, Teki 1-3 dan 7 kata wajib (Bassai-Dai, Jion, Kanku-Dai, Jitte, Hangetsu, Enpi, Gankaku);
6. Semua berkas pendaftaran dimasukkan dalam MAP WARNA KUNING.

C. Ujian ke DAN-III (Penyandang DAN II Senior)
1. Penyandang DAN II Senior minimal 3 (tiga) tahun, usia minimal 25 tahun.
2. Menunjukkan Ijazah ASLI Kyu 1 yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat INKAI dan menyerahkan copynya.
3. Membayar iuran MSH, terhitung sejak validnya kartu MSH sampai dengan pelaksanaan ujian DAN III sebesar Rp 1.000,-/bulan sampai dengan bulan September 2008 sedangkan iuran mulai bulan Oktober 2008 sebesar Rp10.000,-/bulan
4. Membayar uang Ujian sebesar Rp 250.000,-
5. Peserta duharuskan menguasai KATA Hean 1-5, Teki 1-3 dan 7 kata wajib (Bassai-Dai, Jion, Kanku-Dai, Jitte, Hangetsu, Enpi, Gankaku);
6. Semua berkas pendaftaran dimasukkan dalam MAP WARNA BIRU.

VII. LAIN-LAIN
1. Panitia menyediakan akomodasi bagi peserta gashuku terhitung mulai tanggal 5 Juli 2013 jam 16.00 WIB s/d 7 Juli 2013 jam 13.00 WIB (penempatan kamar diatur oleh panitia).
2. Panitia menyediakan konsumsi/makan mulai tanggal 5 Juli 2013 (makan siang jam 16.00-19.00) s/d tanggal 7 Juli 2013 (makan siang).
3. Peserta diharuskan berada di lokasi tanggal 5 Juli 2013, jam 13.00 WIB.
4. Karategi/baju karate diwajibkan dipasang lambang INKAI dan lambang FORKI.
5. Peserta diwajibkan membawa alat tulis dan disarankan membawa jaket.
6. Panitia menyediakan team kesehatan hanya sampai tingkat P3K, pengobatan lanjutan menjadi tanggungan peserta masing-masing.
7. Pelatih akan ditunjuk oleh Dewan Guru, diluar yang ditunjuk oleh Dewan Guru diwajibkan membayar biaya Gashuku untuk mendapatkan akomodasi dan konsumsi.
8. Bagi peserta Pelajar atau Mahasiswa diwajibkan membawa surat rekomendasi dari sekolah/kampus

VIII. PENUTUP
Demikian ketentuan dan persyaratan Gashuku & Ujian DAN INKAI Wilayah Zone III tahun 2013 ini disampaikan, apabila ada kekurangan dan kesalahan akan diperbaiki seperlunya, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

PANITIA PELAKSANA

Ketua Sekretaris

Rudi Tampubolon, S.Sos Drs. Samhari

MENGETAHUI/MENYETUJUI :
KETUA UMUM PENGURUS PROVINSI
INKAI DKI JAKARTA
Read More...

Minggu, 10 Februari 2013

PELATIH KARATE PUKULI ISTRI DI DEPAN KANTOR PLN


Seorang pelatih karate, Bambang S tega menganiaya istrinya IK di pinggir jalan tepat di depan kantor PLN Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, karena meminta tanda tangan surat perceraian. Akibat kejadian itu, IK mengalami luka memar di muka, akibat dipukul oleh Bambang.

Peristiwa ini terjadi siang kemarin. Saat itu, IK mendatangi Bambang meminta ceria karena sang suami dicurigai selingkuh dengan anak muridnya. Kesal karena dimarahi, Bambang langsung mencekik leher IK dan langsung memukul

Atas kejadian tersebut, IK kemudian melaporkannya ke Mapolres Jakarta Selatan.

Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin mengatakan, kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan pada Minggu malam kemarin. Saat ini kasusnya sedang diselidiki dan polisi masih meminta keterangan IK.

"Masih dalam penyelidikan, karena dari keterangan korban masih belum jelas," kata Aswin di kantornya Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/pelatih-karate-pukuli-istri-di-depan-kantor-pln.html

Kejadian diatas sangat memalukan dan tidak pantas dilakukan seorang Pelatih karate, saya pernah membaca sebuah buku karate, saat itu Sihan Nakayama tidak ingin bertarung dengan orang-orang dari perguruan Muangthai Boxing (Thai Boxing), namun karena anak didik Nakayama dipukuli, nakayama terpaksa membantu dan menghajar orang-orang tersebut, namun setelah Nakayama memukuli orang-orang tersebut Nakayama tidak sedikitpun senang, tapi merasa malu dan tidak mempunyai Harga Diri, seorang karateka akan sangat tidak ada harga dirinya bila karate dipergunakan tidak semestinya dan bukan pada tempatnya, seperti Sihan Gichin Funakoshi bertkata : " Karate digunakan pada saat Perundingan atau Pembicaraan baik-baik tidak dapat menyelesaikan Masalah"

Jadi untuk seluruh karate-ka dan karate-do harus bisa menguasi emosi seperti pada sumpah karate :
" SANGGUP MENGUASI DIRI "

Oss....


Read More...

KARATE EVENT 2013


Event-event Pertandingan Karate Internasional sepanjang tahun 2013
Click link dibawah ini :
https://www.sportdata.org/karate/event_list_prod/events.html Read More...

KARATE-DKI SIAPKAN FULL TIM HADAPI PIALA KSAD 2013


Para karateka DKI Jakarta bersaing keras pada Kejurda Forki untuk merebut tiket ke Piala KSAD 2013 Batam.

JAKARTA – Forki DKI Jakarta bertekad merebut gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional Karate Piala KSAD 2013 di Batam, 28 Februari–2 Maret mendatang.

Mereka pun melakukan seleksi ketat mencari karateka terbaik lewat kejurda karate yang digelar di OSO Sports Center,Bekasi,mulai kemarin hingga hari ini. Menurut Ketua Umum Forki DKI Jakarta Raja Sapta Ervian,pihaknya menggelar kejurda untuk menjaring karateka terbaik. Dia optimistis dari ajang ini akan muncul karateka-karateka yang memenuhi standar kualitas untuk menggapai ambisi Jakarta menjadi juara umum di Piala KSAD 2013.

”Kami sudah belajar dari kegagalan menjadi juara umum pada PON 2012 Riau. Karena itu,kami terus menggenjot para karateka.Kami optimistis bisa meraih gelar juara umum pada Piala KSAD mendatang,” kata Ervian,panggilan Raja Sapta. Ervian tak keliru.Kejurda kali ini memang sangat komplet karena diikuti sekitar 400 karateka dari 19 perguruan karate se-DKI Jakarta.Jadi,event ini sudah sangat representatif.

”Saya yakin para karateka sudah mempersiapkan diri sejak di perguruan masing-masing.Karena itu,saya optimistis dari kejuaraan ini akan muncul karatekakarateka terbaik yang siap meraih prestasi terbaik di Piala KSAD,”ujar Ervian. DKI Jakarta memang sangat berambisi menguasai Piala KSAD 2013.Bahkan, selepas kejuaraan ini,yang menjadi ajang penjaringan atlet Piala KSAD itu,Forki DKI akan langsung menggelar pemusatan latihan di Ragunan,mulai besok.

Menurut Sekretaris Umum Forki DKI JakartaYusran Arif,pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk tampil di Piala KSAD.Pastinya,dia akan bekerja cepat membentuk tim sekaligus menjalani pemusatan latihan demi menghasilkan karateka yang siap tempur Piala KSAD. ”Setelah selesai kejurda,kami akan langsung menggelar training camppada Rabu (13/2).Kami ingin persiapan kami lebih matang sehingga menyelenggarakan pemusatan latihan dua pekan sebelum Piala KSAD,”kataYusran.

Yang jelas,Forki DKI Jakarta akan mempersiapkan 20 karateka terbaik hasil kejurda untuk Piala KSAD nanti.Mereka akan tampil di 17 kelas yang dipertandingkan pada ajang karate bergengsi tersebut, Selain membentuk tim Piala KSAD, kejurda itu juga digelar sebagai pembinaan jangka panjang.Sebab,selain karateka senior,karateka usia hingga junior pun menjajal diri di kejuaraan tersebut.

Menurut Ervian,kejurda ini memang menjadi bagian program jangka panjang Forki DKI.Sebab, selain tim Piala KSAD, Forki DKI juga melakukan talent scouting untuk mencari bibit karateka yang dipersiapkan menghadapi ajang-ajang karate besar di masa depan,termasuk PON 2016 Bandung. raikhul amar
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/news/karate-dki-siapkan-full-tim-hadapi-piala-ksad

Read More...