INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Jumat, 22 Juni 2012

TEKNIK DASAR SANGAT PENTING DALAM KARATE


Mengapa saya selalu disuruh pelatih saya untuk latihan teknik dasar ? Mengapa latihan saya harus selalu melaksanakan teknik sabuk putih ? Mengapa saya harus latihan teknik ini lagi ? Saya sudah tahu cara melaksanakannya, tetapi mengapa saya tidak belajar teknik yang lainnya setelah ini ? Padahal pelatih sudah tahu kalau saya telah bisa melaksanakan teknik dasar yang telah diberikan. “Latihan dasar lagi ?”
Kata-kata tersebut adalah yang sering dirasakan oleh karateka setiap kali latihan. Pada kenyataannya, karateka sudah bisa merasakan keuntungan dari teknik yang telah dipelajarinya namun kebanyakan teknik yang dikuasai mereka belum baik dan benar, sehingga pelatih lebih sering melatih teknik dasar dalam karate.
Seperti halnya dalam membangun sebuah rumah. Setelah rumah selesai dimana dinding dan atapnya yang telah didesain sedemikian rupa, namun dalam pembangunannya tidak memiliki pondasi yang kuat dan benar. Apabila gempa atau angin puting beliung datang maka dinding dan atap rumah tersebut akan runtuh, sehingga si pemilik rumah tersebut akan pindah atau harus membangun rumah mereka kembali.
Hal seperti tersebut diatas sama halnya dengan seseorang yang mempelajari karate. Dimana mereka tidak memahamidan melaksanakan teknik dasar karate dengan baik dan benar secara kontinyu, maka pada saat mereka telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi (kyu) biasanya mereka sudah malas untuk latihan karate dan bahkan meninggalkannya (atau mempelajari bela diri lainnya). (=BERIBU-RIBU YANG DATANG KE DOJO HANYA BILANGAN YANG TINGGAL).
Haruslah dipahami didalam karate, bahwa mulai dari sabuk putih hingga sabuk coklat adalah masa perkenalan teknikteknikkarate (dan selalu melatih teknik yang telah diberikan); bukan tujuan untuk mendapatkan tingkatan yang lebih tinggi. Kemudian pada saat telah mencapai sabuk hitam (mulai dari DAN I dst.) adalah masa-masa pemahaman dan pendalaman terhadap materi karate yang diterima.
Jadi, apabila seseorang yang mempelajari karate maka mereka harus selalu melatih teknik dasar (kihon) secara kontinyu sampai mereka akan merasakan teknik dasar yang baik dan benar. Apabila teknik dasar telah dikuasai maka pada saat mereka mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam karate maka mereka tidak akan susah melaksanakannya/mempelajarinya. Begitu pun halnya untuk pelaksanaan kata dan kumite. Sehingga pada akhirnya mereka akan mencintai karate sampai usia senja …. K I H O N
PRINSIP TEKNIK DASAR
Teknik menangkis, memukul, membanting dan menendang adalah permulaan dari pelajaran karate serta merupakan tujuan utamanya. Meski hanya masalah waktu untuk bisa mempelajarinya, penguasaan lengkap dan sempurna mungkin tidak datang begitu saja, bahkan setelah belajar seumur hidup. Karateka harus mempraktekkannya secara teratur, dengan konsentrasi dan usaha yang maksimum didalam latihan dari setiap teknik gerakan yang dilaksanakan. Ini pun belum cukup, dimana didalam pelatihan harus dilakukan secara ilmiah dan dengan cara yang sistematis. Untuk bisa efektif, latihan yang dilaksanakan harus diselenggarakan atas dasar prinsip-prinsip psikologis dan secara fisik yang benar. Mungkin akan mengejutkan sebahagian orang setelah mengetahui bahwa teknik-teknik yang telah diciptakan dan dipelajari melalui latihan yang lama dan praktek berkelanjutan oleh karateka, adalah sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah modern. Dan semakin dipelajari semakin terbukti kebenarannya. Ini bukanlah sebuah ucapan bahwa ada tidaknya soal tak terpecahkan, tetapi ini harus menunggu lebih lanjut pendalaman mengenai Karate. Perbaikan lebih lanjut dari teknik karate adalah sungguh mungkin, seperti (ketika teknik-teknik dianalisa dalam satu usaha yang terus menerus untuk memperbaikinya melalui suatu pendekatan ilmiah). Supaya bermanfaat bagi dari pelatihannya, karateka perlu mempunyai suatu pemahaman yang baik serta mengikuti point utama, yaitu sebagai berikut :
1. Katachi (= Bentuk )
Bentuk (Katachi) yang benar adalah selalu berhubungan erat dengan prinsip-prinsip dari ilmu fisika dan ilmu gerak. Syarat utama dari teknik yang benar adalah memiliki keseimbangan yang baik, serta stabilitas yang tinggi dari gerakan masing-masing bagian tubuh. Karena gerakan-gerakan akan dilakukan dalam rangkaian yang cepat didalam jangka waktu yang singkat. Ini adalah suatu prinsip dasar dari sebuah teknik karate, karena pukulan dan tendangan hal yang sangat penting dari seni bela diri karate. Kebutuhan akan keseimbangan yang baik dapat dilihat terutama sekali didalam menendang, di mana tubuh itu adalah biasanya ditunjang oleh satu kaki. Untuk menahan efek (tenaga balik) yang besar, ketika suatu pukulan didaratkan, stabilitas semua sambungan di lengan dan tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya adalah hal yang penting diperhatikan. Dengan berubahnya situasi dan perubahan teknik yang dilakukan, pusat gravitasi berubah ke kanan, ke kiri, ke depan, atau belakang. Ini tidak bisa dilaksanakan kecuali jika syaraf dan otot-otot sungguh terlatih. Berikutnya, berdiri dengan satu kaki jangka waktu yang lama akan membuat kita mudah diserang (terbuka), maka menyeimbangkan harus terus menerus dilakukan dari satu kaki ke kaki lainya. Karateka harus siap menghindari dan membalas satu pukulan dan siap untuk serangan yang berikutnya.
2. Kokyo (= Pernafasan )
Pernafasan dikoordinasikan dalam pelaksanaan suatu teknik, secara rinci, menarik napas (menghirup) ketika menangkis, menghembuskan ketika memfokuskan (memusatkan) teknik ketika dilaksanakan, dan menarik napas lalu menghembuskan nya ketika teknik-teknik yang berurutan dilaksanakan. Bernafas harus tidak seragam; ia akan berubah sesuai dengan perubahan situasi. Ketika menarik napas (mengisi paru-paru penuh denganoksigen), tetapi ketika
membuangnya (menghembuskan) udara tidak dibuang seluruhnya. Biarkan 20 persen tetap didalam paru-paru. Membuang (menghembuskan) seluruh udara yang ada didalam tubuh akan menyebabkan tubuh lemah sehingga kita tidak bisa menangkis, bahkan suatu pukulan yang lemah, serta tidak akan mampu untuk melakukan gerakan berikutnya.
3. Kime (= Pemusatan/Pemfokusan)
Tanpa nafas maka tidak akan ada kehidupan. Tanpa “Kime” Karate adalah tak bernyawa. Adalah penting bahwa karateka harus memahami bahwa semua teknik karate yang harus dilaksanakan dengan kime. Kime adalah memfokuskan/memusatkan energi mental, pernafasan dan puncak kekuatan secara fisik di dalam suatu titik yang diserang. Karate bukanlah apa-apa tanpa semua unsur-unsur ini. Kunci dari kime adalah pernafasan. Setiap aktivitas secara fisik memerlukan teknik bernafas yang benar, yang akan bekerja dengan tubuh bukan melawannya. Geraman atau erangan tidak akan menghasilkan apa-apa. Seorang karateka harus menggunakan teknik pernafasan dengan menggabungkannya dengan kekuatan otot (tenaga) untuk menghasilkan daya ledak (kekuatan) yang maksimum (menghasilkan kekuatan paling yang mungkin kuat). Ada berbagai metoda-metoda tentang teknik pernafasan, tetapi metode dasar untuk pemula-pemula adalah: ‘Satu nafas satu teknik’. Pada waktu rileks (teknik tidak dilakukan) tetapi kendalikan cara bernafas dengan membuang nafas keluar melalui mulut yang terbuka sedikit, akhir pernafasan dan bersamaan dengan akhir teknik menutup mulut secara cepat seperti seolah-olah kita mengigit dan secara bersamaan mengeraskan otot perut, mengkontrasikan (mengeraskan) otot-otot tubuh dan selanjutnya sebelum satu detik rilekskan otot dan menghirup secara normal. Ketika mengeraskan otot perut, perut harus lurus dan terangkat kedepan.
6. Kiai (= Peledakan Energi / Puncak Semangat)
Kiai itu adalah teriakan akhir suatu teknik yang berbarengan dengan pembuangan nafas sehingga pelaksanaan kime yang akan memaksimalkan kuasa gerakan. Kiai juga mempunyai pengaruh yang akan mengejutkan lawan dan membuat mereka tidak bisa membalas. Konsep dari KI adalah di puncak dari semua seni beladiri dan filsafat (Jepang). KI adalah roh dan energi beserta pertemuan nafas AI pada [suatu] saat dampak. Melakukan kiai adalah sangat penting. Kiai tidak sekedar suatu sorak atau suara melengking dari kerongkongan. Jika kita menaruh tangan di perut ketika batuk kita akan merasakan otot-otot perut kita berkontraksi (mengeras). Hal ini sesungguhnya adalah awal dari kiai. Pertama-tama pahami prinsip-prinsip dan bernafas – Kime seperti dijelaskan diatas – lalu mengabungkannya didalam kiai yang dilakukan.
7. Power and Speed ( = Kekuatan dan Kecepatan )
Kekuatan dihimpun dari kecepatan. Kekuatan berotot saja tidak akan memungkinkan seseorang untuk ahli seni beladiri, atau didalam setiap olahraga sebetulnya. Kekuatan kime (pemfokusan/pemusatan tenaga) pada setiap teknik dasar karate berasal dari konsentrasi kekuatan yang maksimum pada saat waktu benturan (akhir suatu teknik), sangat tergantung dari kecepatan dari pukulan atau tendangan. Kecepatan dan kekuatan pukulan dari seorang karateka yang terlatih baik bisa mencapai tiga belas meter per detik dan menghasilkan kekuatan (tenaga setara dengan tujuh ratus kilogram). Meskipun kecepatan adalah penting, ia tidak bisa efektif tanpa kendali. Kecepatan dan kekuatan dihasilkan dari pemanfaatan kekuatan dan reaksi. Untuk tujuan ini, satu pengetahuan (pemahaman) dinamika gerak dan penerapannya adalah sangat penting.
8. Concentration and Relaxation of Power (= Konsentrasi & Rileksasi Tenaga )
Tenaga maksimum adalah konsentrasi kekuatan semua bagian-bagian dari tubuh di target. Tidak hanya mengeraskan lengan dan kaki-kaki. Dengan kata lain penting adalah mengurangi pengunaan tenaga yang tidak perlu ketika melaksanakan suatu teknik, akan menghasilkan tenaga yang maksimal ketika diperlukan. Pada dasarnya, kekuatan tenaga dimulai pada saat kosong (nol), dan pada puncaknya (akhir suatu teknik) menjadi seratus persen (ketika berbenturan dengan sasaran), dan secepatnya kembali kosong (nol). Merilekskan tenaga tenaga bukan berarti mengurangi kewaspadaan. Selalu waspada dan bersiap untuk gerakan berikutnya.
9. Strengthening of Muscular Power (= Memperkuat Kekuatan Otot)
Pemahaman (pengetahuan) terhadap teori dan prinsip-prinsip dasar karate, tanpa otot-otot yang kuat, terlatih baik dan elastis (lentur) untuk melakukan suatu teknik adalah hal yang sia-sia. Memperkuat otot-otot memerlukan pelatihan rutin. Pengetahuan teori dan prinsip tanpa kekuatan, latihan yang benar, kelenturan otot untuk melakukan suatu teknik adalah sia-sia (tidak efektif). Adalah sangat penting untuk mengetahui otot yang digunakan untuk melakukan suatu teknik, melatih otot secara khusus (otot yang spesifik), sangat efektif untuk memperbaiki teknik. Dan sebaliknya, semakin sedikit otot-otot yang tak perlu yang digunakan, semakin sedikit hilangnya energi. Otot yang bekerja secara penuh dan harmonis akan menghasilkan teknik-teknik efektif dan kuat. (Irama dan waktu) Didalam setiap cabang olahraga, kemampuan puncak dari seorang atlit adalah sangat berirama. Hal ini juga berlaku di karate. Irama dan waktu suatu teknik seperti ritme (beat) didalam musik. Tiga faktor pokok adalah pengunaan tenaga yang benar, kelancaran (kecepatan) gerak atau perlambatan gerak ketika melaksanakan teknik serta melenturkan dan mengkontraksikan (mengeraskan) otot. Kemampuan puncak dari seorang atlit bukanlah hanya bertenaga tetapi juga sangat berirama dan indah/cantik. Mengetahui suatu perasaan (pengertian dari irama dan pemilihan waktu adalah satu cara yang sempurna untuk mendapat kemajuan di dalam seni karate ). SUMBER : http://aminkarateka.blogspot.com/2011/03/teknik-dasar-sangat-penting-dalam.html Read More...

Kamis, 14 Juni 2012

227 KARATEKA DARI 27 NEGARA IKUTI WKF PRIMER LEAGUE


KBRN, Jakarta : Tuan rumah Indonesia siap menggelar Kejuaraan Dunia Karate Primer League 2012 yang akan berlangsung di Stadion Tenis Indoor Senayan Jakarta 23-24 Juni mendatang.

10 hari menjelang event tersebut diselenggarakan, tercatat 227 karateka dari 27 negara memastikan mengikuti Kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia itu. Peserta terbanyak datang dariIranyang mengirimkan 37 karateka. Tuan rumah Indonesia sendiri menurunkan 36 karateka.

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia PB.Forki Hendardji Soepandji dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta Selasa (12/6) mengatakan, ini adalah Kejuaraan Dunia yang pertama kali digelar di Indonesia sejak 40 tahun PB.Forki berdiri. Hendardji berharap melalui event ini, industri olahraga khusus olahraga karateka bisa berkembang.

“Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan, karena itu kami bertekad event ini bisa berlangsung sukses. PB.Forki mengucapkan terima kasih kepada bapak angkat dalam hal ini Bank BRI, kemudian Adaro, serta Artha Graha Peduli," terang Ketua Umum PB. Forki Hendardji Soepandji.

Menurut Hendardji, hingga saat ini baru ada 10 negara yang dipercaya WKF untuk menggelar event Kejuaraan Dunia itu. Sebelum dipercaya menggelar ajang Kejuaraan Dunia Premier League,Indonesiapernah dua kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Karate Indonesia Open.

Dua event itu, yang menjadi salah dasar WKF memberikan kepecrcayaan kepada Indonesia untuk menggelar Primer League. Tentang target di Kejuaraan Dunia Premier League ini, Hendardji menambahkan minimal mampu meraih peringkatlimabesar.

"Kami berharapIndonesiatetap dipercaya untuk menggelar Kejuaraan Dunia yang menjadi seri WKF ini setiap tahunnya," tambah Hendardji.

Bagi para pemenang Kejuaraan Dunia Premier League, selain mendapatkan medali dan maskot, juga memperoleh hadiah uang yang terdiri dari untuk nomor kumite medali emas mendapat 500 Euro, perak 300 Euro, dan perunggu 100 Euro.

Sedang untuk nomor beregu peraih medali emas mendapat 600 Euro, perak 400 Euro, serta perunggu 200 Euro. (ARN/WDA)(Editor : Waddi Armi) SUMBER : http://rri.co.id/index.php/detailberita/detail/20851#.T9mDKRf9PXo
Read More...

PERAIH PRESTASI KEJURNAS MENDAGRI DISIAPKAN KE UZBEKISTAN


Manado, (Antara Sulut) - PB Forki akan merekrut karateka peraih prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) karate kadet dan junior memperebutkan piala Mendagri yang dilaksanakan di Manado, untuk disiapkan pada kejuaraan tingkat Asia di Uzbekistan, Juli 2012.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olah Raga Karatedo Indonesia (Forki), Hendardji Soepandji di Manado, Jumat mengatakan, hasil kejurnas tersebut dipersiapkan untuk kejuaraan Asia di Uzbekistan pada bulan depan.

"Juara satu pada kejuaraan ini baik kadet maupun junior, akan dipanggil ke Jakarta guna dipersiapkan pada kejuaraan Asia nanti," kata Hendardji di sela-sela Kejurnas Karate Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) XVI di gedung olah raga Arie Lasut Manado.

Hendardji Soepandji mengatakan, dipanggilnya para karateka terbaik itu untuk melakukan tes fisik persiapan.

Jika lolos dalam tes fisik tersebut, karateka itu akan masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk siap diberangkatkan.

"Jadi belum tentu peraih juara pertama dalam kejurnas ini akan berangkat ke kejuaraan Asia," katanya

Dia menambahkan, peraih juara satu yang lolos tes fisik itulah yang akan berangkat.

Menurut Hendardji, langkah ini dilakukan karena tidak mau memberangkatkan atlet yang tidak punya prestasi.

"Kalau atlet itu memiliki prestasi, ada harapan untuk meraih medali di kejuaraan Asia," katanya.

Hendardji mengatakan, tidak memasang target medali pada kejuaraan Asia di Uzbekistan tersebut.

Hal ini dikarenakan untuk kejuaraan kadet dan junior atletnya berganti-ganti seiring dengan perubahan umur dari atlet itu.

"Berbeda dengan para atlet senior, dimana interval usia begitu lebar, sehingga bisa memasang target dalam suatu kejuaraan," katanya.

Para karateka kadet dan junior itu, kata Hendardji, adalah bagian dari untuk mempersiapkan karateka Indonesia pada masa mendatang.

"Para karateka itu sudah siap mengikuti program berprestasi untuk menggantikan para senior," katanya.

Kejurnas Piala Mendagri di Manado tersebut berlangsung 1-2 Juni 2012 yang diikuti sekitar 435 karateka berasal dari 33 provinsi dan 24 perguruan karate.

SUMBER : http://www.pbforki.org/index.php?option=com_content&view=article&id=883:peraih-prestasi-kejurnas-mendagri-disiapkan-ke-uzbekistan-&catid=68:news&Itemid=113
Read More...

FORKI, BRI, ADARO, DAN ARTHA GRAHA KOLABORASI DATANGKAN KARATEKA DUNIA


JAKARTA - Kejuaraan Dunia Federasi Karate-Do Dunia (WKF) Premier League 2012 dipastikan berlangsung seru dan meriah. Selain diikuti karateka dari lima benua, peserta yang tampil pun merupakan yang terbaik di dunia. Itu yang membuat kejuaraan karate WKF Premier League pertama di Indonesia itu lebih menggairahkan.

“Kami harap semua berjalan dengan lancar. Yang jelas, kami sudah mempersiapkan ini secara maksimal maksimal mulai dari perlengkapan pertandingan, akomodasi peserta, akomodasi wasit dunia, dll. Kami akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan kontingen yang ingin adu kebolehan di ajang ini,” ujar Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji yang juga calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.Tak sendirian, Forki didukung bapak angkat karate, Bank BRI, Adaro, dan Artha Graha Peduli dalam menggelar kejuaraana dunia karate ini. “Kami sangat senang bisa kembali bekerja sama dengan PB Forki tahun ini. Dan, kami sangat mendukung penuh penyelenggaraan Kejuaraan Karate Premier League ini. Apalagi, ini eventdunia pertama yang digelar di Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhammad Ali.

Menurut Ali, Bank BRI akan terus menjaga komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga Indonesia. Apalagi, mereka sekarang memiliki program CSR melalui Bank BRI Peduli Olahraga. Jadi, Ali mengaku sangat senang bisa ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan Karate Premier League 2012.

”Sebelum ini, kami juga sudah dua kali berpartisipasi dalam Kejuaraan Karate Indonesia Open. Dan, kami bangga level Indonesia Open meningkat menjadi Premier League. Tentunya, itu turut mengangkat nama kami sebagai bapak angkat karate,” tambah Ali.

Indonesia dipilih WKF sebagai tuan rumah Karate Premier League ini karena Forki dinilai sangat konsisten mengikuti ajang-ajang WKF, baik level dunia maupun premier league. Bahkan, tahun lalu, Indonesia ikut dalam 8 kejuaraan internasional.

Yang bikin ajang Premier League kali ini menjadi sangat menarik yakni setiap negara atau klub dipastikan akan menurunkan karateka terbaiknya guna mendapatkan poin dari seri kejuaraan dunia WKF ini.

”Dalam event ini, para karateka langsung mendaftar di WKF melalui online. Antusiasme mereka juga sangat luar biasa,” ujar Ketua Bidang Luar Negeri PB Forki Iwan Setiawan.

Pastinya, para karateka terbaik dunia sudah menyatakan akan ikut ambil bagian pada kejuaraan karate profesional tersebut. Bahkan, sampai 6 Juni lalu, tercatat 234 kompetitor dari 37 klub di 26 negara menyatakan keikutsertaannya pada kejuaraan yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 23-24 Juni mendatang.

Selain Indonesia yang menurunkan 36 karatekanya, Iran termasuk negara yang menurunkan karateka terbanyak, yakni sekitar 32 orang. Begitu juga Australia dan Jepang menurunkan cukup banyak atletnya untuk bersaing pada kejuaraan dunia karate WKF Premier League yang pertama di Indonesia ini, yakni 18 dan 13 peserta.

Yang jelas, persebaran peserta kejuaraan ini sangat luar biasa. Selain peserta dari negara-negara Asia, Jepang, Iran, Qatar, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, peserta dari empat benua lainnya juga turut ikut serta. Dari benua Amerika misalnya, beberapa karate dari Bolivia, Venezuela, dan Cile menyatakan ikut ambil bagian. Sementara Eropa diwakili para karateka terbaik asal Perancis, Swedia, Ukraina, Rusia, dan Wales. Begitu juga wakil benua Australia, yakni Selandia Baru, sudah mengirimkan daftar atletnya untuk bertanding di ajang WKF Premier League Jakarta tersebut. Sementara benua Afrika diwakili Afrika Selatan dan Senegal.

Sejauh ini, sistem pendaftaran yang dilakukan langsung melalui WKF. Artinya, para karateka dunia melakukan pendaftaran bukan kepada panitia di Indonesia, melainkan lewat jalur online yang dibuka WKF. Termasuk, tim tuan rumah Indonesia melakukan pendaftaran melalui jalur online.

Khusus ajang Karate1 WKF Premier League, Indonesia sudah mencatatkan prestasi bersejarah dengan merebut dua medali emas lewat kata beregu putra dan putri pada Kejuaraan Dunia Karate1 WKF Premier League di Istanbul, Turki, September tahun lalu.

Tentunya, prestasi ini diharapkan bisa dipertahankan tim pelatnas SEA Games 2013 di Premier League Jakarta kali ini. Apalagi, status Indonesia adalah tuan rumah, yang pastinya akan sangat membantu dalam peningkatan motivasi para karateka.

”Kami berharap kejuaraan ini bisa terselenggara dengan lancar. Yang jelas, kami sudah siap melaksanakan itu karena kami sudah mempersiapkan event ini cukup lama. Dan, kami berterima kasih banyak atas dukungan para sponsor seperti Bank BRI, Adaro, dan Artha Graha Peduli, yang turut menyukseskan acara ini,” ujar Ketua Panitia Brigjen Pol Syafruddin yang juga Kapolda Kalimantan Selatan.

Syafruddin nmenanbahkan, kelas yang dipertandinkan di juaraan ini senior, Kata perorangan putra/putri, Kata beregu putra/putri. Kumite perorang putra – 60 kg, 67 kg, - 84 kg, dan + 84 kg. Kumite perorangan putri terdiri kelas – 50 kg, - 55 kg, – 61 kg, - 68 kg, dan + 68 kg.

“Disamping mendapatkan medali dan maskot, peraih medali kumite putra/putri dan kata perorangan putra/putri, mendapat hadiah uang meliputi: medali emas EUR 500,- perak EUR 300,- dan perungu EUR 100,- Sedangkan untuk beregu putra/putri medali emas EUR 600.- perak EUR 400.- dan perunggu EUR 200”. Tegas Ketua Panita Syafruddin ***M Ridwan SUMBER : http://www.pbforki.org/index.php?option=com_content&view=article&id=886:forki-bri-adaro-dan-artha-graha-kolaborasi-datangkan-karateka-dunia&catid=68:news&Itemid=113
Read More...

INKAI JUARA KEJURNAS KARATE PIALA MENDAGRI


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) akhirnya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Kadet dan Junior Piala Mendagri XVI, yang digelar selama tiga hari, mulai Jumat (1/6) hingga Minggu (3/6), di Gelanggang Olah Raga (GOR) Arie Lasut, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Dengan menurunkan 36 atletnya, Inkai sukses meraih peringkat teratas atau juara umum, dengan raihan 9 medali emas, 4 medali perak, dan 7 medali perunggu. Disusul DKI Jakarta pada posisi peringkat dua dengan jumlah atlet yang diturunkan 33 atlet berhasil meraih 5 medali emas, 4 medali perak dan 6 medali perunggu. Peringkat ke tiga diraih kontingen Sulawesi Selatan dengan jumlah atlet yang diturunkan 18 atlet, berhasil mendapat 3 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu.

Kontingen Sulawesi Utara A sendiri yang merupakan tuan rumah kejurnas kali ini dengan menurunkan 21 atletnya, hanya mampu berada pada peringkat ke 11 dengan raihan 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Hal ini jelas menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan pegiat olah raga ini untuk berbenah agar pada pelaksanaan kejurnas berikutnya dapat berprestasi.

Untuk best of the best atau peraih predikat atlet terbaik dalam kejurnas kali ini, menjadi kebanggaan Inkai Jawa Timur yang sukses menempatkan dua atletnya sebagai yang terbaik pada masing-masing kelas yang diikuti yakni Sotantio Renaldy Pratama sebagai Best Of The Best Kadet Putra dan Vina Aprilia sebagai Best Of The Best Junior Putri. Selain dua atlet asal Inkai Jatim tersebut, dua atlet dari kontingen lainnya yakni Ifka Widya dari Inkanas Sulawesi Selatan berhasil menjadi Best Of The Best Kadet Putri dan Gede Rizky Gustita Wisnu dari KKI Bali sukses raih Best Of The Best Junior Putra.

Seperti diketahui bahwa kejurnas yang digelar kali ini selain sebagai sarana memasyarakatkan olah raga karate, juga sebagai sarana memperkenalkan daerah-daerah di Indonesia dan ajang pemanasan persiapan Kejuaraan Asia AKF akan diselenggarakan di Uzbekistan pada 9-15 Juli mendatang. (tos) SUMBER : http://manado.tribunnews.com/2012/06/04/inkai-juara-kejurnas-karate-piala-mendagri
Read More...