INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Rabu, 18 April 2012

HUT INKAI Ke-41


Inkai baru saja memperingati hari jadinya yang ke-41. Peringatan itu dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasi karateka. Peringatan hari jadi ke-41 Institut Karate Indonesia (Inkai), Perguruan Inkai Cabang Kalteng menggelar latihan bersama di Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (15/4) pagi.Sebelum menggelar latihan di Bundaran Besar, karateka Inkai berkumpul di halaman Mapolda Kalteng. Dari lokasi itu, mereka kemudian jalan bersama dan berlari  mengitari Bundaran Besar.Selain diisi dengan latihan bersama berupa penyamaan gerak, kegiatan juga diisi dengan pembacaan atlet berprestasi tingkat regional dan nasional, dengan jumlah 6 atlet. Keenam atlet karate berprestasi itu antara lain, Desti Wulandari, Trifa, dan Magdalena pada tingkat nasional. Sedangkan pada tingkat regional yakni Kevin, Rian, dan Junianto.Puncak acara berupa pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Pengprov Inkai Kalteng.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 200 karateka yang berasal dari ranting perguruan di Palangka Raya. Di antarannya, Polda Kalteng, Zibang, Tangkiling dan Marang, MTsN 2, Madrasah, MTsN 1 Model, SMA Nusantara, Stipas, Akbit Betang Asi, Perbankan/BI.Karateka tersebut merupakan pemegang sabuk putih hingga sabuk hitam dan coklat.Ketua Umum Pengprov Inkai Kalteng Deni Riadi Efendi, mengatakan, momentum HUT ke-41 Inkai ini diharapkan agar dapat meningkatkan dan mengembangkan prestasi Inkai Kalteng dalam kontribusinya untuk pembangunan.“Diharapkan, ke depannya Inkai Kalteng dapat bersatu dan kompak antaranggota. Kemudian akan banyak atlet Inkai Kalteng untuk bisa membela bangsa dan negara,” sambungnyua,“Yang paling utama untuk pembinaan prestasi atlet, agar pemerintah dapat memperhatikan tempat latihan atlet. Karena selama ini Inkai Kalteng belum memiliki gedung tempat latihan, dengan latihan tersebar dimana-manam,” ujarnya.Dia menyebut, meski terkendala kurangnya sarana dan prasarana, pihaknya tetap membina atlet. “Seperti saat ini 28 atlet yang difokuskan latihan secara khusus disiapkan untuk mengikuti event di tingkat regional dan nasional,” kata Deny.“Meskipun dengan minimnya sarana dan prasaran karateka Kalteng sudah banyak mengukir prestasi dengan meraih medali emas di ajang tingkat nasional. Hal tersebut membuktikan bahwa karateka Kalteng sudah meningkat tingggal pembinaan lebih lanjut saja,” jelasnya.Ke depannya, lanjut Deni, pihaknya mempersipakan sejumlah karateka potensial untuk mengikuti event lain demi mengharumkan Bumi Tambun Bungai.Dalam kesempatan yang sama, Panasehat Inkai Kalteng yang juga wakil SHM Kalteng Sensei H Renal Wijaya, mengungkapkan, perlunya penegakan kedisiplinan dan teraturnya anggota SHM Inkai Kalteng dalam rangka pembinaan atlet yang lebih serius mengarah ke prestasi. Terkait penegakan disiplin ini, Inkai Kalteng baru saja  menonaktifkan 2 anggota SHM atau pelatih.Menurutnya, pemberhentian  secara tidak hormat ini didasari berbagai alas an dan telah tertuang dalam surat keputusan Dewan Guru Institut Karate-Do Indonesia, dengan nomor: SK/02/DG/II/2012 tertanggal 2 Frebuari 2012. SK tersebut memutuskan bahwa 2 anggot SHM Inkai Kalteng diberhentikan secara tidak hormat.“2 anggota MSH Inkai Kalteng yang dinonaktifkan tersebut yakni Ruslan Abdul Gani dengan peringkat DAN IV serta Arianson dengan peringkat DAN III. Maka tingkatan DAN, sertifikat pelatihan, dan perwasitan yang dimiliki dicabut, dinyatakan tidak berlaku dilingkungan perguruan Inkai bahkan diluar perguruan Inkai,” jelasnya. obn

Deni menambahkan, acara ini juga bertujuan mengingat kembali visi dan misi untuk bela bangsa dan negara. Inkai akan terus berusaha untuk mengembangkannya di Kalteng.
SUMBER : http://media.hariantabengan.com/index/detailpowergamesberitaphoto/id/23810
Read More...

Selasa, 10 April 2012

PELATNAS KARATE UNTUK SEA GAMES MULAI DILAKUKAN



Jakarta - PB FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia) mulai mempersiapkan para atletnya untuk SEA Games XXVII di Myanmar pada 2013 mendatang. Pelatnas menjadi salah satu bentuk persiapannya, meski aktivitas itu dilakukan tanpa dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Pelatnas sejak dini tersebut dilakukan guna mewujudkan target juara umum pada Sea-Games 2013 Myanmar, sebagaimana dikatakan Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji saat secara resmi membuka pelatnas SEA Games XXVII di Hall C Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/4/2012).

"Kami harus mempersiapkan diri lebih dini. Karena persaingan di Myanmar akan lebih ketat ketimbang di Indonesia," ujarnya. 

Sebanyak 36 atlet akan mengikuti pelatnas di Jakarta melalui empat tahap dengan sistem promosi dan degradasi yang berlaku per lima bulan. Nantinya, atlet yang tidak bisa mengikuti materi secara otomatis akan dicoret dan digantikan dengan atlet yang lebih baik.

Selain pelatnas, persiapan lain untuk para karateka Indonesia adalah dengan mengikuti kejuaraan dunia WKF (World Karate Federation) Premier League di Jakarta, 23-24 Juni mendatang, yang diikuti oleh 80 negara.

"Kita patut bangga Indonesia mendapat kepercayaan WKF untuk menggelar kejuaraan bergengsi ini. Karena itu, kami akan bekerja keras untuk menggelar event tersebut."

"Setelah itu, hari ini sudah siap pelatnas. jadi kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya, karena kita kedatangan tamu dari berbagai negara." imbuh Hendardji.

Sebagai catatan, karate tampil sebagai juara umum di SEA Games XXVI dengan merebut 10 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Indonesia juga sudah menorehkan dua medali emas melalui nomor Kata beregu putra dan putri di WKF Premier League di Turki, September 2011 lalu.

Tanpa Dana & SK dari KONI

Pada kesempatan yang sama, Hendardji juga mengungkapkan kalau kegiatan pelatnas yang dilakukan oleh PB FORKI dilakukan tanpa dukungan dana dari KONI, yang bahkan juga belum mengeluarkan SK terkait pendanaan. Ia tampak tak habis pikir mengingat Program Indonesia Emas (Prima) sejatinya bisa mengeluarkan anggaran dana secara terus-menerus.

"Walaupun belum ada dukungan dari KONI, saya selaku ketua umum PB Forki mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank BRI yang telah mendukung dan mengantarkan pelatnas dalam persiapan Sea-Games."

"Program Indonesia Emas itu kan sepanjang tahunan sehingga dana itu harus tetap ada dan bisa dialirkan. Dua minggu yang lalu saya ketemu Ketua KONI katanya akan dikeluarkan, tapi sampai dengan saat ini belum ada SK-nya," ujar Hendardji.

Padahal, lanjut mantan karateka nasional itu, faktor pendanaan sangatlah penting terlebih jika ingin melakukan ujicoba dan pelatihan di luar negeri. Ia menghitung, selama dua tahun kalkulasi global pendanaan bisa berkisar sampai Rp 20 miliar.

"Try-out dan training camp di luar negeri itu sangat besar sekali dananya. Dalam satu tahun mungkin bisa mencapai 8 kali ke luar negeri," lugas Hendardji.

( krs / mfi ) 
Read More...