INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Senin, 01 Oktober 2012

KISRUH CABANG OLAHRAGA KARATE PON XVIII 2012 RIAU

LENSAINDONESIA.COM: Kisruh di sepakbola akhirnya merembet ke cabang olahraga karate yang berlangsung di GOR Tribuana, Pekanbaru diawarnai kericuhan, Kamis (13/9).kericuhan terjadi saat laga perempat final kelas 55kg putra. Saat itu, dua karateka Jawa Tengah (Jateng) Imam Tauhid Raga Nanda bertarung lawan Tebing (DKI Jakarta).

Pertarungan berakhir dan dimenangi Tebing 4-2, merasa dikerjai wasit pelatih karate Jateng Munginsdi mengamuk. Dia mengambil kursi dan melemparkannya ke arena pertandingan. Dia juga mengejar, mendorong dan mengamuk wasit dan juri pertandingan. Situasi ini memancing emosi kontingen Jateng yang ikut-ikutan masuk lapangan.

Sementara itu, atlet dan penonton yang berada di tribun berteriak-teriak dan ada yang melempar botol air minum kemasan. “Wasit tidak fair, keputusannya tidak adil,” teriak kontingen Jateng.

Sementara atlet dan pendukung KI Jakarta juga tidak mau kalah. “Kampungan, kampungan,” kata pendukung dan atlet DKI.

Polisi dan pihak kemanan turun ke lapangan. Ofesial tim lain juga membantu untuk melerai aksi ricuh ini. Situasi akhirnya bisa dikendalikan, kendati pertandingan lainnya sempat terhenti. Pertandingan lainnya akhirnya bisa dilanjutkan.

Anggota kontingen karate Jateng, Amin Siahaan mengatakan, seharusnya wasit mengambil keputusan secara fair dalam memimpin. Sehingga atlet dan kontingan tidak merasa dirugikan.

“Keputusan harus fair dan jujur. Biarkan yang terbaik jadi pemenang dan juara. Selama itu dilakukan dan dijalankan, semuanya pasti enak,” tutur Amin, dipinggir lapangan.
Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2012/09/13/kisruh-cabor-karate-pon-xviii-2012-riau.html

0 komentar: