INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Selasa, 25 Desember 2012

26 KATA ALIRAN SHOTOKAN

KATA HEIAN
1. HEIAN SHODAN

Heian berarti “Pikiran Penuh Kedamaian”. Kata ini adalah kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi). Meskipun tidak diketahui bagaimana Kata Heian ini diciptakan, tetapi banyak yang berpendapat bahwa Heian merupakan bagian dari Kata yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Kata Kanku-Dai. Itosu menciptakan Kata Heian untuk memperkenalkan Karate kedalam kurikulum sekolah untuk menghilangkan kesan tehnik yang berbahaya yang terdapat pada kata lanjutan. Heian Kata merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.


Hal Penting :
Sikap kedepan dan Pukulan gerak maju. Memiliki 21 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

2. HEIAN NIDAN

Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena Kata ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya. Kata ini berhubungan dengan Kata Bassai-Dai.

Hal Penting :
Sikap balik kebelakang,tendangan menyamping,membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik. Memiliki 26 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

3. HEIAN SANDAN

Heian Sandan berarti Heian yang ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Jitte.

Hal Penting :
Sikap kesamping dan tangkisan atas (atas bahu/kepala). Memilki 20 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.

4. HEIAN YONDAN

Heian Yondan berarti Heian keempat dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Kanku-Dai.

Hal Penting :
Pengembangan/kontraksi, tangkisan dan tehnik penyelesaian. Memiliki 27 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

5. HEIAN GODAN

Heian Godan berarti Kata Heian kelima dari Seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Gankaku.

Hal Penting :
Fleksibilitas dan Keseimbangan. Memiliki 23 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

KATA TEKKI
6. TEKKI SHODAN

Tekki berarti kuda besi atau posisi berkuda. Tekki Shodan adalah Kata Tekki pertama dalam seri Kata Tekki. Kata Tekki adalah Kata Shorei, menggambarkan kekuatan, tehnik yang penuh tenaga. Kata Tekki diciptakan dan direvisi oleh Yasutsune Itosu. Gichin Funakoshi menghabiskan waktu tiga tahun untuk belajar dan menguasai masing-masing Kata Tekki ini (pada waktu itu, setiap murid menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajari Kata). Tekki Shodan mempunyai nama asli Naihanchi dan diperkenalkan oleh Yasutsune Itosu, Tekki Nidan dan Sandan diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Belum ada penjelasan yang memadai kenapa Tekki memiliki perlintasan gerakan satu garis, meskipun kadang terpikir dilakukan dengan baju besi dan/atau diatas punggung kuda (hal ini tidak bisa diaplikasikan secara teknis). Makna dari Kata ini dapat juga pertahanan dengan latar belakang dinding/tembok atau diatas perahu.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul, dan sikap kesamping. Memiliki 29 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

7. TEKKI NIDAN

Tekki Nidan berarti Kata kedua dari seri Kata Tekki. Tekki Nidan dan Tekki Sandan dipelajari untuk pertama kali pada level sabuk Coklat, tetapi tidak dipelajari secara intensif hingga tingkat sabuk Hitam.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 24 gerakan , dengan waktu aplikasi 50 detik.

8. TEKKI SANDAN

Tekki Sandan berarti Kata Tekki yang ketiga dari seri Kata Tekki.

Hal Penting
Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 36 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.

KATA LANJUTAN
9. BASSAI-DAI

Bassai-Dai berarti menghancurkan pertahanan musuh dengan kecerdikan dan menemukan kelemahan lawan (kebanyakan mengartikan “Gempuran Yang Sangat Kuat”). Kata ini dipelajari pada tingkat Kyu 3 hingga tingkat Shodan (Dan I). Aslinya disebut Passai, Kata ini pertama kali diperlihatkan di Tomari dan Shuri. Bassai-Dai adalah Kata Shorin.

Hal Penting
Rotasi Pinggul, kekuatan penuh, semangat yang kuat dan luapan tenaga, ketidak-untungan harus menjadi keuntungan. Memiliki 42 gerakan, dengan waktu aplikasi 60 detik.

10. BASSAI-SHO

Bassai-Sho berarti lebih rendah dari Bassai-Dai. Kata Shorin ini diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Kata ini lembut, tetapi penuh tenaga walaupun tidak seperti Bassai-Dai.

Hal Penting
Tangkisan yang sangat kuat dan serangan balik yang sangat tajam. Memiliki 27 gerakan.

11. KANKU-DAI

Kanku-Dai berarti melihat dunia atau langit (dari gerakan pertama). Kata Dai menunjukkan bahwa Kata ini merupakan Kata Kanku terhebat. Kanku-Dai bernama asli Kushanku, nama seorang ahli bela diri Cina yang datang ke Okinawa pada abad ke-18. Kata ini merupakan Kata favorit dari Gichin Funakoshi dan Kata ini yang beliau pilih untuk di demonstrasikan diluar Okinawa. Gichin Funakoshi yakin bahwa Kanku-Dai memiliki semua element dasar dari Karate Shotokan. Kata ini juga merupakan favorit Sensei Okazaki yang mendemonstrasikan kata ini di buku The Best Karate. Kata ini juga menjadi bahan ujian sebagai Kata kedua dalam Ujian Nidan (Dan II).

Hal Penting
Tehnik yang cepat dan lamban, penuh tenaga dan lembut, pemekaran dan penciutan, dan lompatan dan membungkuk. Kata ini digunakan jika benar-benar terkepung oleh musuh. Keadaan/situasi juga merupakan hal penting, karena panjangnya Kata. Memiliki 65 gerakan dengan waktu aplikasi 90 detik.

12. KANKU-SHO

Kanku-Sho berarti Kata terendah didalam Kata Kanku. Kata Shorin ini merupakan perpaduan antara Heian Yondan dan Kanku-Dai.

Hal Penting
Penggunaan tenaga dengan benar, kecepatan dan pemekaran/penciutan dari otot. Memiliki 47 gerakan.

13. JITTE

Jitte (kadang dibaca Jutte) berarti tangan sepuluh atau keajaiban sepuluh. Kata Shorei ini berasal dari Tomari. Kata ini mungkin diperagakan dengan tongkat di tangan. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan (hanya Jitte dan Gion yang tidak mengalami perubahan).

Hal Penting
Rotasi pinggul, dan tangkisan dengan tongkat. Memiliki 24 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

14. HANGETSU

Hangetsu berarti Bulan Separuh/Setengah Bulan (berarti juga nama sikap utama dalam Kata). Kata ini adalah asli Cina dan nama aslinya adalah Seisan atau Seishan. Kata ini diperagakan pertama kali di Tomari. Kata ini adalah Kata Shorei.

Hal Penting
Pemekaran/penciutan, putaran lengan dan pergerakan kaki serta pernapasan. Memiliki 41 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

15. EMPI

Empi (kadang disebut Enpi) berarti Burung Wallet Terbang. Kata Shorin ini dipelajari teutama di Tomari (hingga Restorasi Meiji, disebarkan ke Shuri dan Naha). Kata ini sebelumnya dikenal dengan nama Wansu atau Wanshu (Setelah seorang ahli beladiri Cina datang ke Okinawa ). Nama Kata ini diganti oleh Gichin Funakoshi. Yasutsune Itosu membuat perbaikan yang sangat berarti dari gerakan Kata yang asli.

Hal Penting
Tinggi rendah posisi badan, gerakan yang cepat (kecepatan). Memiliki 37 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

16. GANKAKU

Gankanku berarti “Burung Bangau Diatas Karang” (nama ini diambil dari salah satu posisi dalam Kata ini – ada posisi dimana seperti burung bangau dengan satu kaki, sebagai serangan dalam mempertahankan diri). Ini merupakan Kata yang sudah sangat tua, aslinya bernama Chinto, kemudian namanya diubah oleh Gichin Funakoshi. Kata ini disempurnakan oleh Yasutsune Itosu. Gankaku merupakan Kata Shorin (walaupun kadang dikatakan sebagai Kata Shorei).

Hal Penting
Keseimbangan dan tendangan kesamping. Memiliki 42 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

17. GION

Arti dari Gion (Kadang dibaca Jion) belum ditemukan. Ini merupakan Kata Shorei yang diberi nama setelah rahib Cina datang ke Okinawa. Gion juga merupakan nama pura di Jepang dan Cina. Dan Gion dikenal sebagai nama rahib Budha Suci. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan. Gion dipelajari di Tomari. Versi lain dari Kata Gion ini juga dipelajari aliran Karate Wado-Ryu. Didalam mengambil nama dari rahib Budha Suci, Gion berkonotasi ketenangan, penuh kebanggaan, dan penuh kekuatan dalam mempelajarinya. Kata ini didemonstrasikan oleh Sensei Tanaka dalam buku The Best Karate.

Hal Penting
Ketenangan, gerakan penuh tenaga, dengan semangat bertarung yang hebat. Memiliki 47 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.

18. CHINTE

Chinte berarti “Tangan Ajaib”. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terdiri dari beberapa tehnik Cina yang tidak ditemukan dalam Karate Shotokan. Gichin Finakoshi mengganti namanya menjadi Shoin, tetapi kemudian kembali lagi kenama yang dahulu. Sangat sulit untuk menguasai pengunaan tenaga yang benar pada Kata ini.

Hal penting
Memiliki 33 gerakan.

19. UNSU

Unsu berarti “Tangan Bagaikan Awan”. Kata ini merupakan Kata Shorin tanpa diketahui asalnya. Tangan dengan arti tehnik tangan menyapu lawan seperti awan terbelah pisau dilangit. Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa Kata Unsu terlihat bagaikan “Burung gagak yang menakutkan mencoba menari “, jika Kata Heian, Kanku-Dai, Empi dan Gion sebelumnya telah dikuasai.

Hal Penting
Lompatan Tinggi dan rendah, tenik menendang, berpura-pura dan menggunakan beberapa bagian tubuh sebagai senjata. Memiliki 48 gerakan.

20. SOCHIN

Sochin berarti perasaan/keadaan tenang ditengah orang (dan nama ini diambil dari posisi utama didalam Kata ini). Kata Sochin merupakan Kata Shorei, dimodifikasi oleh Yoshitaka Funakoshi (anak dari Gichin Funakoshi).

Hal Penting
Lamban, gerakan penuh tenaga dan sikap sochin ( juga disebut sikap fudo-dachi ). Memilki 40 gerakan.

21. NIJUSHIHO

Nijushiho berarti 24 (dua puluh empat) langkah (sekarang memiliki 30 gerakan, tetapi aslinya adalah 24 gerakan kaki). Makna dari Kata ini adalah sebuah gambaran alami aliran air atau ombak (kadang gerakannya lamban dengan segala keagungan, kadang kuat dan cepat). Kata ini merupakan Kata Shorin (meskipun ada yang mengklaim sebagai Kata Shorei). Kata ini adalah Kata favorit instruktur Frank Woon-A-Tai. Pada tahun1934 Guru Gichin Funakoshi memerintahkan Masatoshi Nakayama untuk mempelajari Kata ini dari Guru Shito-Ryu, Kenwa Mabuni. Kata ini secara bertahap disesuaikan dengan tehnik Shotokan.

Hal Penting
Penggabungan total dari bermacam kekuatan dan kecepatan (Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa kata ini dapat menyerupai sebuah “Tarian” tanpa kepandaian yang sempurna untuk melakukannya).

22. GOJUSHIHO-DAI

Gojushiho-Dai berarti 54 (lima puluh empat) langkah (sekarang 62 gerakan). Kata Shorin ini terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruhnya. Nama lamanya adalah Useshi. Kata ini asli dari Cina dan dipelajari di Cina hingga abad ke-20. Masatoshi Nakayama juga mempelajari Kata Gojushiho ketika dia belajar Nijushiho dengan Mabuni.

Hal Penting
Dengan segala kelembutan dan tehnik aliran.

23. GOJUSHIHO-SHO

Gojushiho-Sho berarti kata terendah di Kata Gojushiho. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terinpirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruh, sayap dan cakarnya. Kemampuan tehnik tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk memainkan atau mengerti Kata ini.

Hal Penting
Satu hal penting dalam Kata ini adalah tehnik tangan pedang. Memiliki 65 gerakan yang mudah dikacaukan dengan gerakan Gojushiho-Dai.

24. MEIKYO

Meikyo berarti cermin membersihkan cermin (kembali mengasah tehnik Karate dengan latihan yang berulang untuk mendapatkan sebuah pengertian yang jernih tentang tehnik dan karakter Karate). Kata Shorei ini memiliki pengusaan tehnik dalam Kata Heian dengan bentuk Kata yang lebih lunak dan tenang. Nama asli Kata ini adalah Rohai. Kata ini merupakan Kata favorit Sensei Masatoshi Nakayama. Menurut cerita asli, Kata ini diambil dari sebuah tarian untuk meminta Tuhan memunculkan Dewa Matahari (Amaterasu) dari goa dimana dia bersembunyi.

Hal Penting
Memiliki 32 gerakan.

25. WANKAN

Wankan berarti “Mahkota Raja”. Kata Shorin ini tidak dijelaskan dalam buku The Best Karate. Wankan adalah Kata terpendek dari semua Kata aliran shotokan. Kata ini aslinya dipelajari di Tomari, terdiri dari gerakan lembut dan ringan dari apa yang sekarang kita lihat dalam kata aliran Shotokan.

26. JI’IN

Ji’in diciptakan sebagai sebuah penghormatan terhadap kematian dan ketenangan/ penuh kekuatan dari Gion. Nama aslinya tidak diketahui dan namanya mungkin diambil dari sumber yang sama dengan Gion. Pembahasan tentang ini belum selesai dalam buku The Best Karate. SUMBER : http://inkadopurizahara.wordpress.com/26-kata-aliran-shotokan/
Read More...

Selasa, 04 Desember 2012

NOVOTEL NUSA DUA BALI

FOR RENT - 2 UNIT APARTMENT



2 unit Apartment for Rent/day 150 USD or IDR 1.500.000.
The area located at BTDC Complex with 5 Star hotel's. Around it 5 minutes walking to the beach.
Free Wifi, Swimming Pool, Kids Club, Free Gym Facilities at Fitnes Center, Restaurant, Private Beach, Meeting Room.

For more info please contac : elfridalumbantoruan@gmail.com
or visit : www.novotelnusadua.com

Enjoy your Holiday and Comeback Home with the Sweet Memory that you never forget.










Read More...

Senin, 01 Oktober 2012

Aturan Baru Kumite Karate Versi World Karate Federation (WKF) 2012

Dalam pertandingan kumite, unsur penilaian dipengaruhi dua hal yaitu nilai dan pelanggaran. Dalam kumite, durasi pertandingan dibatasi selama tiga menit untuk putera dan dua menit untuk puteri (senior). Untuk memperebutkan medali waktu empat menit untuk putera dan tiga menit untuk puteri (senior). Di kelas Under-21, waktu yang dipergunakan adalah 3 menit untuk putera dan dua menit untuk puteri, dan tidak ada tambahan waktu. Jadi Wasit dan Juri langsung memberikan nilai melalui mekanisme Hantei. Di kelas kadet dan junior waktu dibatasi selama dua menit, baik babak penyisihan sampai perebutan medali. Di kategori ini pun tidak ada tambahan waktu.



Apa kriteria untuk menentukan teknik itu layak diberi nilai/ poin?
Keseluruhan sebuah teknik harus mencakup keenam kriteria itu, yakni bentuk yang baik tidak melenceng dari esensi gerak dasar tradisional, sikap sportif yang ditunjukkan, menampilkan semangat yang tinggi, penuh kesadaran (zanshin), penempatan gerakan di waktu yang tepat, dan jarak yang benar.

Daerah mana saja yang boleh kita serang?
Ada tujuh area yang boleh kita serang, dan harus dengan kontrol yang baik yakni kepala, muka, leher, dada, perut, punggung, dan sisi.


Dalam peraturan baru karate WKF, Tingkat penilaian untuk mendapatkan poin itu sendiri dibagi tiga yaitu Ippon (3 angka), Waza Ari (2 angka), dan Yuko (1 angka). Nilai Ippon akan diberikan untuk teknik seperti tendangan jodan (atas) yang termasuk mawashi geri, gyaku mikazuki geri, mae ushiro geri, dan atau semua teknik yang bernilai dilakukan setelah lawan dibanting/ dilempar atau jatuh sendiri. Untuk bernilai ippon ini, wasit memberikan waktu selama dua detik bagi kita untuk mengeksekusi gerakan. Apabila tidak memenuhi syarat itu, dianggap tidak ada poin yang masuk atau torimasen.

Kemudian, teknik apa saja yang akan memberikan nilai Waza Ari (dua poin)?
Semua tendangan chudan. Bisa ke punggung, bisa ke dada, bisa ke perut, ke pinggir atau samping, dan situasi tertentu (untuk hal ini dalam penjelasan berikutnya).


Bagaimana dengan nilai Yuko?

Teknik chudan dan jodan tsuki, serta uchi bisa menghasilkan poin satu asal penempatannya tepat di tujuh area poin seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Untuk memahami secara lebih jelas, berikut saya perlihatkan gambar gestur seorang wasit dan juri ketika memberikan nilai. Sumber : http://www.karatedo-indonesia.blogspot.com/2011/12/aturan-kumite-karate-versi-world-karate.html
Read More...

KISRUH CABANG OLAHRAGA KARATE PON XVIII 2012 RIAU

LENSAINDONESIA.COM: Kisruh di sepakbola akhirnya merembet ke cabang olahraga karate yang berlangsung di GOR Tribuana, Pekanbaru diawarnai kericuhan, Kamis (13/9).kericuhan terjadi saat laga perempat final kelas 55kg putra. Saat itu, dua karateka Jawa Tengah (Jateng) Imam Tauhid Raga Nanda bertarung lawan Tebing (DKI Jakarta).

Pertarungan berakhir dan dimenangi Tebing 4-2, merasa dikerjai wasit pelatih karate Jateng Munginsdi mengamuk. Dia mengambil kursi dan melemparkannya ke arena pertandingan. Dia juga mengejar, mendorong dan mengamuk wasit dan juri pertandingan. Situasi ini memancing emosi kontingen Jateng yang ikut-ikutan masuk lapangan.

Sementara itu, atlet dan penonton yang berada di tribun berteriak-teriak dan ada yang melempar botol air minum kemasan. “Wasit tidak fair, keputusannya tidak adil,” teriak kontingen Jateng.

Sementara atlet dan pendukung KI Jakarta juga tidak mau kalah. “Kampungan, kampungan,” kata pendukung dan atlet DKI.

Polisi dan pihak kemanan turun ke lapangan. Ofesial tim lain juga membantu untuk melerai aksi ricuh ini. Situasi akhirnya bisa dikendalikan, kendati pertandingan lainnya sempat terhenti. Pertandingan lainnya akhirnya bisa dilanjutkan.

Anggota kontingen karate Jateng, Amin Siahaan mengatakan, seharusnya wasit mengambil keputusan secara fair dalam memimpin. Sehingga atlet dan kontingan tidak merasa dirugikan.

“Keputusan harus fair dan jujur. Biarkan yang terbaik jadi pemenang dan juara. Selama itu dilakukan dan dijalankan, semuanya pasti enak,” tutur Amin, dipinggir lapangan.
Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2012/09/13/kisruh-cabor-karate-pon-xviii-2012-riau.html
Read More...

INDONESIA JUARA UMUM KEJUARAAN KARATE SEKF 2012


Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEKF) 2012, setelah mengumpulkan total sembilan medali emas, delapan perak, dan 12 perunggu.

Siaran pers PB Forki yang diterima di Jakarta, Minggu, menyebutkan pada kejuaraan di Bangkok, Thailand, sejak Jumat (28/9) itu, Indonesia pada hari terakhir, Minggu, menambah dua medali emas dari nomor kata perseorangan junior putri dan junior kata beregu putri.

Emas nomor kata putri diraih Mastura Nawar Kautsar yang mengalahkan karateka Vietnam Pham Thu Ha dengan skor 3-1 di partai puncak. Sedangkan nomor kata beregu kadet junior campuran, Indonesia menyabet medali emas setelah menundukkan tim kata beregu kadet junior tuan rumah dengan skor 2-1.

Sementara posisi kedua diisi Malaysia yang menorehkan sembilan emas, empat perak, dan tiga perunggu. Sedangkan tuan rumah Thailand berada di posisi ketiga dengan lima medali emas, tujuh perak, dan 11 perunggu.

"Saya tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Sebab, lawan bisa tampil lebih bagus. Alhamdulillah, saya rileks tanpa tekanan, sehingga mampu mempersembahkan medali emas," kata Nawar.

Tim kata beregu putri Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan tim karateka tuan rumah.sementara tim kata beregu campuran Indonesia yang diperkuat Nawar, Vina Aprilia, dan I Made Sari tampil solid.

"Kami menjaga kebersamaan agar tidak ada gerakan yang tidak sinkron, dan semua berjalan lancar sesuai harapan kami," tutur Nawar.

Tapi Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji mengaku belum puas dengan hasil yang dicapai tim karate Indonesia meski target lima medali emas yang dicanangkan sudah terlampaui.

"Akan ada evaluasi untuk tim agar persiapan menjelang SEA Games 2013 Myanmar benar-benar matang," ujar Hendardji.

Dia menambahkan penampilan karateka yang berhasil meraih emas seperti Stanley Soegianto (kata perseorangan putra), Nawar (kata perseorangan putri), dan Vina Aprilia sangat luar biasa. Mereka akan dimatangkan sebagai bagian dari proses regenerasi. Sedangkan karateka senior, peformanya di luar harapan.

"Yang jadi harapan kami sebetulnya karateka senior. Tapi, di ajang ini mereka masih belum tampil maksimal. Karateka senior akan dimatangkan di Piala Kasad dan Kejuaraan Dunia di Paris, Prancis, November mendatang," katanya.

(A020/I015)

Editor: Aditia Maruli Sumber : http://www.antaranews.com/berita/336098/indonesia-juara-umum-kejuaraan-karate-sekf-2012
Read More...

Rabu, 08 Agustus 2012

KEKUATAN BERASAL DARI TEKNIK KARATE - BAGIAN BAWAH PERUT, TEKNIK DARI PINGGUL


Orang memilih jalan karate untuk alasan yang bermacam-mac
am – untuk menjadi kuat; mendapatkan bentuk otot yang indah; mendapatkan kesehatan dan panjang umur; untuk penyegaran dan rasa bahagia. Karate adalah seni bela diri yang bisa dikerjakan oleh siapa saja, tidak bergantung umur atau jenis kelamin, dan bisa dimulai kapanpun dalam hidup seseorang.

Tidak masalah bagaimana cara orang memasuki jalan karate, dengan ketekunan yang tidak pernah lelah maka semua tujuan dibalik keikutsertaannya dalam karate akan tercapai. Juga, tanpa disadarinya akan datang saat dimana orang itu menemukan dirinya selalu berkepala dingin dalam berbagai situasi. Inilah daya tarik karate sekaligus jalan untuk menjadi seorang sabuk hitam. Hal itu juga berarti jalan yang membawa kita untuk menguasai seni tersebut.

Secara teoritis, karate adalah metode latihan fisik bagi jiwa dan tubuh untuk menselaraskan diri dengan hukum alam semesta. Dengan melatih lengan dan dan kaki secara sistematis, karate juga menjadi seni bela diri yang bermanfaat untuk hidup kita sehari-hari. Sementara ada pendapat tujuan karate sama seperti senam kesehatan, sebagai olah raga, dan untuk melatih mental, karate juga menawarkan keuntungan psikologis.

Dengan melatih bagian bawah perut – pusat gravitasi manusia (disebut tanden atau seika tanden dalam Bahasa Jepang; berlokasi dibawah pusar) – dan memberdayakan teknik pernafasan yang sesuai (pernafasan dada, pernafasan perut dan pernafasan bawah perut), kita dapat mencapai konsentrasi mental dan memperkuat ki (energi kehidupan) atau elemen paling dasar dari hidup manusia. Lebih jauh akan memberikan energi yang penting untuk hidup baik dan sehat.

Sejak masih remaja, aku telah menggunakan seluruh waktuku untuk karate. Dan hingga kinipun di usia 74 tahun, aku menghabiskan waktu lebih dari delapan bulan setiap tahunnya di luar negeri untuk mengajar dan mempromosikan karate ke penjuru dunia. Di tengah gaya hidup yang sibuk dan tidak menentu ini, karate memungkinkan aku mencapai ketenangan pikiran di setiap waktu. Perut bagian bawah – yang juga disebut hara dalam Bahasa Jepang – memberiku kemampuan untuk kebutuhan ini. 

Namun bagaimana perut bagian bawah – atau hara, seika tanden – dapat diperkuat lewat latihan karate? Semua teknik dasar yang dikerjakan dalam karate, khususnya teknik umum seperti pukulan lurus dan kebalikannya, tidak hanya memperkuat otot perut saat melakukannya. Hal itu juga memberdayakan beragam kekuatan internal, kekuatan mental, kekuatan spiritual dan organ dalam. Ketika memukul semua tenaga menyatu dengan usaha yang terkonsentrasi dan menselaraskan diri menjadi kekuatan yang ekplosif. Oleh karena itu, jika otot perut bagian bawah tidak pernah digunakan, sama artinya berlatih dengan konsep yang tidak benar. 

Meski demikian masih ada pertanyaan: mengapa perut bagian bawah memegang peranan yang begitu penting? Jawabannya singkat, karena perut bagian bawah merupakan pusat gravitasi dari tubuh manusia. Sementara sebagian orang menyebutnya “pusat tubuh,” Aku lebih memilih istilah “pusat gravitasi.” Alasannya, ketika aku berdiskusi dengan ahli matematika bernama Heisuke Hironaka aku memakai kata “pusat” dan Tuan Hironaka menanggapinya, “Oh, maksud Anda pusat gravitasi.” Sejak itu aku mengingat jika istilah “pusat gravitasi” lebih mudah dipahami.

Alasan lain perut bagian bawah begitu penting adalah karena melatih seika tanden dan meningkatkan tekanan perut otot dapat membantu proses pembersihan darah di seluruh tubuh. Aku akan menjelaskan hal ini lebih lanjut di buku ini bagaimana praktisi karate mula-mula diajarkan untuk memberdayakan pernafasan, memfokuskan tenaga dan konsentrasi di perut bagian bawah. Dan selanjutnya mengadaptasikan nafas dengan gerakan mereka.

Kemampuan untuk memfokuskan tenaga dan berkonsentrasi pada seika tanden secara otomatis akan memberikan percaya diri dan kestabilan emosi. Kemampuan itu juga merefleksikan aspek sikap, karakter dan kepribadian. Karena alasan ini para pendekar masa lalu yang disebut samurai merupakan orang yang terpelajar, tangguh dalam seni perang, tapi juga berani dan berpengetahuan luas. Mereka ini mengasah keahliannya dengan menekankan pada seika tanden.

Dalam meditasi Zazen agama Budha (berlatih Zen dalam posisi duduk), praktisinya juga diperintahkan untuk memfokuskan kekuatan pada perut bagian bawah. Meski di awal periode Kamakura (1185 – 1333) golongan pendekar diistimewakan oleh pemerintah, para samurai dan shogun saat itu tetap ambil bagian dalam latihan Zen. Mereka menempatkan seika tandendalam posisi yang penting sementara di sisi lain mereka juga membangun karakter masing-masing.

Karena alasan inilah di Jepang ada ungkapan “telah menguasai hara” (hara ga dekite iru) dan “mempunyai hara yang telah terlatih” (hara ga suwatte iru) bagi orang-orang yang berpikiran luas, tetap tenang dalam berbagai kondisi, mampu memecahkan masalah dengan sistematis dan tetap berkepala dingin. 

Mempunyai hara yang telah terlatih membuat orang mempunyai percaya diri dalam kesehariannya. Dalam hal inilah tersembunyi daya tarik seni bela diri. Perut bagian bawah – bergantung pada bagaimana dikombinasikan dengan pernafasan dan cara menggunakannya – dapat memberi keberanian dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Sebaliknya, dapat memberi efek ketenangan dalam kondisi penuh tekanan. Keadaan itu benar-benar fenomena yang menakjubkan.

Karena banyaknya gerakan dalam karate, mengkonsentrasikan kekuatan di perut bagian bawah menjadi tantangan bagi murid pemula, khususnya anak-anak. Namun ketika pinggul mengeluarkan tendangan yang kuat, maka perut bagian bawahlah yang memberi keseimbangan semua gerakan. Dari sebelum tendangan dilancarkan, ketika tendangan kontak pada sasaran dan seterusnya. Karena alasan inilah maka perut bagian bawah juga bermakna paling penting dalam perlindungan diri.

Ketika mengajar anak-anak, aku sering memakai analogi untuk menjelaskan prinsip dasar karate – contohnya kekuatan berasal dari perut bagian bawah dan teknik berasal dari pinggul. Aku akan berkata pada mereka, “Sama seperti ayah dan ibumu; jika kau berpikir pinggul adalah ayahmu, maka perut bagian bawah adalah ibumu. Saat kedua orang tuamu bekerja bersama-sama, mereka akan mampu menyelesaikan semua urusan rumah tangga. Serupa jika pinggul dan perut bagian bawahmu bekerja sama, maka kau akan mengembangkan tubuh, teknik dan pikiran sekaligus.” (Indoshotokan)

Artikel ini berjudul asli “Power comes the lower abdomen, techniques from the hips.” yang berasal dari buku “Black Belt Karate: The Intensive Course” yang ditulis oleh Hirokazu Kanazawa (2006). Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi. Foto berasal dari http://karatenisentenashi.tumblr.com.
sumber : http://indoshotokan.blogspot.com/2012/07/kekuatan-berasal-dari-bagian-bawah.html
Read More...

Senin, 06 Agustus 2012

OLIMPIADE - KARATE TIDAK KHAWATIR DIDAHULUI WUSHU


Tokyo, Kompas - Direktur Federasi Karate Jepang atau JKF Shigeo Kurihara menegaskan, ia tidak pernah khawatir sedikit pun karate akan didahului wushu untuk dipertandingkan di olimpiade.

”Perjuangan kami menuju olimpiade memang panjang. Namun, kami tidak khawatir sedikit pun dengan wushu, seni bela diri tradisional China, masuk olimpiade,” kata Kurihara di ruang kerjanya di kantor JFK, Tatsumi, Koto-ku, Tokyo, Jepang, Senin (23/8).

”Dari mana pun negara yang muncul dalam kejuaraan wushu, pasti atletnya yang ditampilkan masih keturunan orang China. Itu berbeda dengan karate,” ujarnya.

Kalau karate, kata Kurihara, dalam setiap kejuaraan di semua tingkatan, karateka yang muncul kebanyakan dari negara asalnya. ”Orang Jepang, paling ya muncul dari kontingen Jepang sendiri,” timpal Yukoi Fujita yang mendampingi Kurihara.

Persatuan Federasi Wushu Internasional (IWUF) dalam lima tahun terakhir gencar melaksanakan berbagai kegiatan tingkat dunia. Bahkan, pada Olimpiade Beijing 2008, wushu menggelar kejuaraan yang waktunya bersamaan dengan gelaran olimpiade. Artis laga Jackie Chan kemarin mengusulkan agar wushu juga dipertandingkan di arena olimpiade.

Federasi Karate Dunia (WKF) dan JKF, menurut Kurihara. sudah berupaya agar karate masuk ke olimpiade sejak 2004 ketika ada pertemuan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Singapura. Pertemuan itu untuk memilih dua dari tujuh cabang tambahan yang akan dipertandingkan di olimpiade, termasuk karate.

”Namun, pada kesempatan itu, karate belum berhasil masuk menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade London 2012,” katanya.

Pada pertemuan IOC di Kopenhagen, Denmark, yang menentukan Rio de Janeiro, Brasil, sebagai tuan rumah Olimpiade 2016, karate kembali gagal masuk. Saat itu ada lima cabang, yakni golf, rugbi, squash, sofbol, dan karate. ”Namun, dalam rapat penentuan dua cabang yang akan masuk ke dalam Olimpiade
XXXI-2016 Rio de Janeiro, lagi- lagi karate kalah dari golf dan rugbi,” ungkap Kurihara.

Sebab, kata Presiden JKF itu, dalam pemungutan suara anggota IOC, cabang karate hanya berada pada nomor urut ketiga. ”Karate di bawah cabang golf dan rugbi. Itu sebabnya kami berharap karate akan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di olimpiade, kalau Tokyo bisa terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 mendatang,” katanya. (Nicolas Korano LMS dari Tokyo, Jepang) SUMBER : http://nasional.kompas.com/read/2010/08/24/03385192/karate.tidak.khawatir.didahului.wushu
Read More...

Kamis, 02 Agustus 2012

TERKENDALA LATIHAN, KARATE BERHARAP TRIBUANA SEGERA RAMPUNG


PEKANBARU: Cabang Olahraga (Cabor) Karate harus memaksimalkan Training Center (TC) penuh di Purna MTQ. Meskipun terkendala karena harus gotong royong terlebih dahulu sebelum latihan. Cabor tersebut berharap GOR Tribuana bisa segera rampung yang merupakan venues pada PON mendatang.

"Memang ada kendala dalam menjalani pemusatan latihan sekarang ini, karena venues di GOR Tribuana sedang dalam pembenahan. Sementara tempat latihan sementara di purna MTQ juga tidak dapat dimaksimalkan," ujar Ketua Harian Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Riau, Zalpidal .

Zalpidal mengatakan bahwa kendala dalam latihan tersebut seperti kebocoran atap yang mengakibatkan banjirnya tempat latihan. Sehingga kita ingin latihan, para atlet dan pelatih harus membersihkan matras terlebih dahulu. "Juga harus menimba air yang tergenang dan mengeringkan matras. Namun kami memahami kondisi ini, dan memang diharuskan siap bongkar pasang dalam setiap kali latihan," lanjutnya.

Karenanya, Forki Riau berharap, dengan waktu yang sudah mendekati kejuaraan, maka diharapkan venues pertandingan dapat segera rampung.

"Atlet, pelatih dan Pengprov Forki menyadari harus siap menggunakan fasilitas yang ada, dan kami juga tidak ingin terlalu mendesak, karena dikhawatirkan tidak maksimal nanti. Tapi dapat menguasai venues minimal dua pekan tentu akan sangat menguntungkan kita sebagai tuan rumah," katanya berharap.(tim) SUMBER : http://ponriau2012.com/read/berita/1566/terkendala-latihan-karate-berharap-tribuana-segera-rampung.html Read More...

Jumat, 22 Juni 2012

TEKNIK DASAR SANGAT PENTING DALAM KARATE


Mengapa saya selalu disuruh pelatih saya untuk latihan teknik dasar ? Mengapa latihan saya harus selalu melaksanakan teknik sabuk putih ? Mengapa saya harus latihan teknik ini lagi ? Saya sudah tahu cara melaksanakannya, tetapi mengapa saya tidak belajar teknik yang lainnya setelah ini ? Padahal pelatih sudah tahu kalau saya telah bisa melaksanakan teknik dasar yang telah diberikan. “Latihan dasar lagi ?”
Kata-kata tersebut adalah yang sering dirasakan oleh karateka setiap kali latihan. Pada kenyataannya, karateka sudah bisa merasakan keuntungan dari teknik yang telah dipelajarinya namun kebanyakan teknik yang dikuasai mereka belum baik dan benar, sehingga pelatih lebih sering melatih teknik dasar dalam karate.
Seperti halnya dalam membangun sebuah rumah. Setelah rumah selesai dimana dinding dan atapnya yang telah didesain sedemikian rupa, namun dalam pembangunannya tidak memiliki pondasi yang kuat dan benar. Apabila gempa atau angin puting beliung datang maka dinding dan atap rumah tersebut akan runtuh, sehingga si pemilik rumah tersebut akan pindah atau harus membangun rumah mereka kembali.
Hal seperti tersebut diatas sama halnya dengan seseorang yang mempelajari karate. Dimana mereka tidak memahamidan melaksanakan teknik dasar karate dengan baik dan benar secara kontinyu, maka pada saat mereka telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi (kyu) biasanya mereka sudah malas untuk latihan karate dan bahkan meninggalkannya (atau mempelajari bela diri lainnya). (=BERIBU-RIBU YANG DATANG KE DOJO HANYA BILANGAN YANG TINGGAL).
Haruslah dipahami didalam karate, bahwa mulai dari sabuk putih hingga sabuk coklat adalah masa perkenalan teknikteknikkarate (dan selalu melatih teknik yang telah diberikan); bukan tujuan untuk mendapatkan tingkatan yang lebih tinggi. Kemudian pada saat telah mencapai sabuk hitam (mulai dari DAN I dst.) adalah masa-masa pemahaman dan pendalaman terhadap materi karate yang diterima.
Jadi, apabila seseorang yang mempelajari karate maka mereka harus selalu melatih teknik dasar (kihon) secara kontinyu sampai mereka akan merasakan teknik dasar yang baik dan benar. Apabila teknik dasar telah dikuasai maka pada saat mereka mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam karate maka mereka tidak akan susah melaksanakannya/mempelajarinya. Begitu pun halnya untuk pelaksanaan kata dan kumite. Sehingga pada akhirnya mereka akan mencintai karate sampai usia senja …. K I H O N
PRINSIP TEKNIK DASAR
Teknik menangkis, memukul, membanting dan menendang adalah permulaan dari pelajaran karate serta merupakan tujuan utamanya. Meski hanya masalah waktu untuk bisa mempelajarinya, penguasaan lengkap dan sempurna mungkin tidak datang begitu saja, bahkan setelah belajar seumur hidup. Karateka harus mempraktekkannya secara teratur, dengan konsentrasi dan usaha yang maksimum didalam latihan dari setiap teknik gerakan yang dilaksanakan. Ini pun belum cukup, dimana didalam pelatihan harus dilakukan secara ilmiah dan dengan cara yang sistematis. Untuk bisa efektif, latihan yang dilaksanakan harus diselenggarakan atas dasar prinsip-prinsip psikologis dan secara fisik yang benar. Mungkin akan mengejutkan sebahagian orang setelah mengetahui bahwa teknik-teknik yang telah diciptakan dan dipelajari melalui latihan yang lama dan praktek berkelanjutan oleh karateka, adalah sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah modern. Dan semakin dipelajari semakin terbukti kebenarannya. Ini bukanlah sebuah ucapan bahwa ada tidaknya soal tak terpecahkan, tetapi ini harus menunggu lebih lanjut pendalaman mengenai Karate. Perbaikan lebih lanjut dari teknik karate adalah sungguh mungkin, seperti (ketika teknik-teknik dianalisa dalam satu usaha yang terus menerus untuk memperbaikinya melalui suatu pendekatan ilmiah). Supaya bermanfaat bagi dari pelatihannya, karateka perlu mempunyai suatu pemahaman yang baik serta mengikuti point utama, yaitu sebagai berikut :
1. Katachi (= Bentuk )
Bentuk (Katachi) yang benar adalah selalu berhubungan erat dengan prinsip-prinsip dari ilmu fisika dan ilmu gerak. Syarat utama dari teknik yang benar adalah memiliki keseimbangan yang baik, serta stabilitas yang tinggi dari gerakan masing-masing bagian tubuh. Karena gerakan-gerakan akan dilakukan dalam rangkaian yang cepat didalam jangka waktu yang singkat. Ini adalah suatu prinsip dasar dari sebuah teknik karate, karena pukulan dan tendangan hal yang sangat penting dari seni bela diri karate. Kebutuhan akan keseimbangan yang baik dapat dilihat terutama sekali didalam menendang, di mana tubuh itu adalah biasanya ditunjang oleh satu kaki. Untuk menahan efek (tenaga balik) yang besar, ketika suatu pukulan didaratkan, stabilitas semua sambungan di lengan dan tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya adalah hal yang penting diperhatikan. Dengan berubahnya situasi dan perubahan teknik yang dilakukan, pusat gravitasi berubah ke kanan, ke kiri, ke depan, atau belakang. Ini tidak bisa dilaksanakan kecuali jika syaraf dan otot-otot sungguh terlatih. Berikutnya, berdiri dengan satu kaki jangka waktu yang lama akan membuat kita mudah diserang (terbuka), maka menyeimbangkan harus terus menerus dilakukan dari satu kaki ke kaki lainya. Karateka harus siap menghindari dan membalas satu pukulan dan siap untuk serangan yang berikutnya.
2. Kokyo (= Pernafasan )
Pernafasan dikoordinasikan dalam pelaksanaan suatu teknik, secara rinci, menarik napas (menghirup) ketika menangkis, menghembuskan ketika memfokuskan (memusatkan) teknik ketika dilaksanakan, dan menarik napas lalu menghembuskan nya ketika teknik-teknik yang berurutan dilaksanakan. Bernafas harus tidak seragam; ia akan berubah sesuai dengan perubahan situasi. Ketika menarik napas (mengisi paru-paru penuh denganoksigen), tetapi ketika
membuangnya (menghembuskan) udara tidak dibuang seluruhnya. Biarkan 20 persen tetap didalam paru-paru. Membuang (menghembuskan) seluruh udara yang ada didalam tubuh akan menyebabkan tubuh lemah sehingga kita tidak bisa menangkis, bahkan suatu pukulan yang lemah, serta tidak akan mampu untuk melakukan gerakan berikutnya.
3. Kime (= Pemusatan/Pemfokusan)
Tanpa nafas maka tidak akan ada kehidupan. Tanpa “Kime” Karate adalah tak bernyawa. Adalah penting bahwa karateka harus memahami bahwa semua teknik karate yang harus dilaksanakan dengan kime. Kime adalah memfokuskan/memusatkan energi mental, pernafasan dan puncak kekuatan secara fisik di dalam suatu titik yang diserang. Karate bukanlah apa-apa tanpa semua unsur-unsur ini. Kunci dari kime adalah pernafasan. Setiap aktivitas secara fisik memerlukan teknik bernafas yang benar, yang akan bekerja dengan tubuh bukan melawannya. Geraman atau erangan tidak akan menghasilkan apa-apa. Seorang karateka harus menggunakan teknik pernafasan dengan menggabungkannya dengan kekuatan otot (tenaga) untuk menghasilkan daya ledak (kekuatan) yang maksimum (menghasilkan kekuatan paling yang mungkin kuat). Ada berbagai metoda-metoda tentang teknik pernafasan, tetapi metode dasar untuk pemula-pemula adalah: ‘Satu nafas satu teknik’. Pada waktu rileks (teknik tidak dilakukan) tetapi kendalikan cara bernafas dengan membuang nafas keluar melalui mulut yang terbuka sedikit, akhir pernafasan dan bersamaan dengan akhir teknik menutup mulut secara cepat seperti seolah-olah kita mengigit dan secara bersamaan mengeraskan otot perut, mengkontrasikan (mengeraskan) otot-otot tubuh dan selanjutnya sebelum satu detik rilekskan otot dan menghirup secara normal. Ketika mengeraskan otot perut, perut harus lurus dan terangkat kedepan.
6. Kiai (= Peledakan Energi / Puncak Semangat)
Kiai itu adalah teriakan akhir suatu teknik yang berbarengan dengan pembuangan nafas sehingga pelaksanaan kime yang akan memaksimalkan kuasa gerakan. Kiai juga mempunyai pengaruh yang akan mengejutkan lawan dan membuat mereka tidak bisa membalas. Konsep dari KI adalah di puncak dari semua seni beladiri dan filsafat (Jepang). KI adalah roh dan energi beserta pertemuan nafas AI pada [suatu] saat dampak. Melakukan kiai adalah sangat penting. Kiai tidak sekedar suatu sorak atau suara melengking dari kerongkongan. Jika kita menaruh tangan di perut ketika batuk kita akan merasakan otot-otot perut kita berkontraksi (mengeras). Hal ini sesungguhnya adalah awal dari kiai. Pertama-tama pahami prinsip-prinsip dan bernafas – Kime seperti dijelaskan diatas – lalu mengabungkannya didalam kiai yang dilakukan.
7. Power and Speed ( = Kekuatan dan Kecepatan )
Kekuatan dihimpun dari kecepatan. Kekuatan berotot saja tidak akan memungkinkan seseorang untuk ahli seni beladiri, atau didalam setiap olahraga sebetulnya. Kekuatan kime (pemfokusan/pemusatan tenaga) pada setiap teknik dasar karate berasal dari konsentrasi kekuatan yang maksimum pada saat waktu benturan (akhir suatu teknik), sangat tergantung dari kecepatan dari pukulan atau tendangan. Kecepatan dan kekuatan pukulan dari seorang karateka yang terlatih baik bisa mencapai tiga belas meter per detik dan menghasilkan kekuatan (tenaga setara dengan tujuh ratus kilogram). Meskipun kecepatan adalah penting, ia tidak bisa efektif tanpa kendali. Kecepatan dan kekuatan dihasilkan dari pemanfaatan kekuatan dan reaksi. Untuk tujuan ini, satu pengetahuan (pemahaman) dinamika gerak dan penerapannya adalah sangat penting.
8. Concentration and Relaxation of Power (= Konsentrasi & Rileksasi Tenaga )
Tenaga maksimum adalah konsentrasi kekuatan semua bagian-bagian dari tubuh di target. Tidak hanya mengeraskan lengan dan kaki-kaki. Dengan kata lain penting adalah mengurangi pengunaan tenaga yang tidak perlu ketika melaksanakan suatu teknik, akan menghasilkan tenaga yang maksimal ketika diperlukan. Pada dasarnya, kekuatan tenaga dimulai pada saat kosong (nol), dan pada puncaknya (akhir suatu teknik) menjadi seratus persen (ketika berbenturan dengan sasaran), dan secepatnya kembali kosong (nol). Merilekskan tenaga tenaga bukan berarti mengurangi kewaspadaan. Selalu waspada dan bersiap untuk gerakan berikutnya.
9. Strengthening of Muscular Power (= Memperkuat Kekuatan Otot)
Pemahaman (pengetahuan) terhadap teori dan prinsip-prinsip dasar karate, tanpa otot-otot yang kuat, terlatih baik dan elastis (lentur) untuk melakukan suatu teknik adalah hal yang sia-sia. Memperkuat otot-otot memerlukan pelatihan rutin. Pengetahuan teori dan prinsip tanpa kekuatan, latihan yang benar, kelenturan otot untuk melakukan suatu teknik adalah sia-sia (tidak efektif). Adalah sangat penting untuk mengetahui otot yang digunakan untuk melakukan suatu teknik, melatih otot secara khusus (otot yang spesifik), sangat efektif untuk memperbaiki teknik. Dan sebaliknya, semakin sedikit otot-otot yang tak perlu yang digunakan, semakin sedikit hilangnya energi. Otot yang bekerja secara penuh dan harmonis akan menghasilkan teknik-teknik efektif dan kuat. (Irama dan waktu) Didalam setiap cabang olahraga, kemampuan puncak dari seorang atlit adalah sangat berirama. Hal ini juga berlaku di karate. Irama dan waktu suatu teknik seperti ritme (beat) didalam musik. Tiga faktor pokok adalah pengunaan tenaga yang benar, kelancaran (kecepatan) gerak atau perlambatan gerak ketika melaksanakan teknik serta melenturkan dan mengkontraksikan (mengeraskan) otot. Kemampuan puncak dari seorang atlit bukanlah hanya bertenaga tetapi juga sangat berirama dan indah/cantik. Mengetahui suatu perasaan (pengertian dari irama dan pemilihan waktu adalah satu cara yang sempurna untuk mendapat kemajuan di dalam seni karate ). SUMBER : http://aminkarateka.blogspot.com/2011/03/teknik-dasar-sangat-penting-dalam.html Read More...

Kamis, 14 Juni 2012

227 KARATEKA DARI 27 NEGARA IKUTI WKF PRIMER LEAGUE


KBRN, Jakarta : Tuan rumah Indonesia siap menggelar Kejuaraan Dunia Karate Primer League 2012 yang akan berlangsung di Stadion Tenis Indoor Senayan Jakarta 23-24 Juni mendatang.

10 hari menjelang event tersebut diselenggarakan, tercatat 227 karateka dari 27 negara memastikan mengikuti Kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia itu. Peserta terbanyak datang dariIranyang mengirimkan 37 karateka. Tuan rumah Indonesia sendiri menurunkan 36 karateka.

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia PB.Forki Hendardji Soepandji dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta Selasa (12/6) mengatakan, ini adalah Kejuaraan Dunia yang pertama kali digelar di Indonesia sejak 40 tahun PB.Forki berdiri. Hendardji berharap melalui event ini, industri olahraga khusus olahraga karateka bisa berkembang.

“Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan, karena itu kami bertekad event ini bisa berlangsung sukses. PB.Forki mengucapkan terima kasih kepada bapak angkat dalam hal ini Bank BRI, kemudian Adaro, serta Artha Graha Peduli," terang Ketua Umum PB. Forki Hendardji Soepandji.

Menurut Hendardji, hingga saat ini baru ada 10 negara yang dipercaya WKF untuk menggelar event Kejuaraan Dunia itu. Sebelum dipercaya menggelar ajang Kejuaraan Dunia Premier League,Indonesiapernah dua kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Karate Indonesia Open.

Dua event itu, yang menjadi salah dasar WKF memberikan kepecrcayaan kepada Indonesia untuk menggelar Primer League. Tentang target di Kejuaraan Dunia Premier League ini, Hendardji menambahkan minimal mampu meraih peringkatlimabesar.

"Kami berharapIndonesiatetap dipercaya untuk menggelar Kejuaraan Dunia yang menjadi seri WKF ini setiap tahunnya," tambah Hendardji.

Bagi para pemenang Kejuaraan Dunia Premier League, selain mendapatkan medali dan maskot, juga memperoleh hadiah uang yang terdiri dari untuk nomor kumite medali emas mendapat 500 Euro, perak 300 Euro, dan perunggu 100 Euro.

Sedang untuk nomor beregu peraih medali emas mendapat 600 Euro, perak 400 Euro, serta perunggu 200 Euro. (ARN/WDA)(Editor : Waddi Armi) SUMBER : http://rri.co.id/index.php/detailberita/detail/20851#.T9mDKRf9PXo
Read More...

PERAIH PRESTASI KEJURNAS MENDAGRI DISIAPKAN KE UZBEKISTAN


Manado, (Antara Sulut) - PB Forki akan merekrut karateka peraih prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) karate kadet dan junior memperebutkan piala Mendagri yang dilaksanakan di Manado, untuk disiapkan pada kejuaraan tingkat Asia di Uzbekistan, Juli 2012.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olah Raga Karatedo Indonesia (Forki), Hendardji Soepandji di Manado, Jumat mengatakan, hasil kejurnas tersebut dipersiapkan untuk kejuaraan Asia di Uzbekistan pada bulan depan.

"Juara satu pada kejuaraan ini baik kadet maupun junior, akan dipanggil ke Jakarta guna dipersiapkan pada kejuaraan Asia nanti," kata Hendardji di sela-sela Kejurnas Karate Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) XVI di gedung olah raga Arie Lasut Manado.

Hendardji Soepandji mengatakan, dipanggilnya para karateka terbaik itu untuk melakukan tes fisik persiapan.

Jika lolos dalam tes fisik tersebut, karateka itu akan masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk siap diberangkatkan.

"Jadi belum tentu peraih juara pertama dalam kejurnas ini akan berangkat ke kejuaraan Asia," katanya

Dia menambahkan, peraih juara satu yang lolos tes fisik itulah yang akan berangkat.

Menurut Hendardji, langkah ini dilakukan karena tidak mau memberangkatkan atlet yang tidak punya prestasi.

"Kalau atlet itu memiliki prestasi, ada harapan untuk meraih medali di kejuaraan Asia," katanya.

Hendardji mengatakan, tidak memasang target medali pada kejuaraan Asia di Uzbekistan tersebut.

Hal ini dikarenakan untuk kejuaraan kadet dan junior atletnya berganti-ganti seiring dengan perubahan umur dari atlet itu.

"Berbeda dengan para atlet senior, dimana interval usia begitu lebar, sehingga bisa memasang target dalam suatu kejuaraan," katanya.

Para karateka kadet dan junior itu, kata Hendardji, adalah bagian dari untuk mempersiapkan karateka Indonesia pada masa mendatang.

"Para karateka itu sudah siap mengikuti program berprestasi untuk menggantikan para senior," katanya.

Kejurnas Piala Mendagri di Manado tersebut berlangsung 1-2 Juni 2012 yang diikuti sekitar 435 karateka berasal dari 33 provinsi dan 24 perguruan karate.

SUMBER : http://www.pbforki.org/index.php?option=com_content&view=article&id=883:peraih-prestasi-kejurnas-mendagri-disiapkan-ke-uzbekistan-&catid=68:news&Itemid=113
Read More...

FORKI, BRI, ADARO, DAN ARTHA GRAHA KOLABORASI DATANGKAN KARATEKA DUNIA


JAKARTA - Kejuaraan Dunia Federasi Karate-Do Dunia (WKF) Premier League 2012 dipastikan berlangsung seru dan meriah. Selain diikuti karateka dari lima benua, peserta yang tampil pun merupakan yang terbaik di dunia. Itu yang membuat kejuaraan karate WKF Premier League pertama di Indonesia itu lebih menggairahkan.

“Kami harap semua berjalan dengan lancar. Yang jelas, kami sudah mempersiapkan ini secara maksimal maksimal mulai dari perlengkapan pertandingan, akomodasi peserta, akomodasi wasit dunia, dll. Kami akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan kontingen yang ingin adu kebolehan di ajang ini,” ujar Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji yang juga calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.Tak sendirian, Forki didukung bapak angkat karate, Bank BRI, Adaro, dan Artha Graha Peduli dalam menggelar kejuaraana dunia karate ini. “Kami sangat senang bisa kembali bekerja sama dengan PB Forki tahun ini. Dan, kami sangat mendukung penuh penyelenggaraan Kejuaraan Karate Premier League ini. Apalagi, ini eventdunia pertama yang digelar di Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhammad Ali.

Menurut Ali, Bank BRI akan terus menjaga komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga Indonesia. Apalagi, mereka sekarang memiliki program CSR melalui Bank BRI Peduli Olahraga. Jadi, Ali mengaku sangat senang bisa ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan Karate Premier League 2012.

”Sebelum ini, kami juga sudah dua kali berpartisipasi dalam Kejuaraan Karate Indonesia Open. Dan, kami bangga level Indonesia Open meningkat menjadi Premier League. Tentunya, itu turut mengangkat nama kami sebagai bapak angkat karate,” tambah Ali.

Indonesia dipilih WKF sebagai tuan rumah Karate Premier League ini karena Forki dinilai sangat konsisten mengikuti ajang-ajang WKF, baik level dunia maupun premier league. Bahkan, tahun lalu, Indonesia ikut dalam 8 kejuaraan internasional.

Yang bikin ajang Premier League kali ini menjadi sangat menarik yakni setiap negara atau klub dipastikan akan menurunkan karateka terbaiknya guna mendapatkan poin dari seri kejuaraan dunia WKF ini.

”Dalam event ini, para karateka langsung mendaftar di WKF melalui online. Antusiasme mereka juga sangat luar biasa,” ujar Ketua Bidang Luar Negeri PB Forki Iwan Setiawan.

Pastinya, para karateka terbaik dunia sudah menyatakan akan ikut ambil bagian pada kejuaraan karate profesional tersebut. Bahkan, sampai 6 Juni lalu, tercatat 234 kompetitor dari 37 klub di 26 negara menyatakan keikutsertaannya pada kejuaraan yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 23-24 Juni mendatang.

Selain Indonesia yang menurunkan 36 karatekanya, Iran termasuk negara yang menurunkan karateka terbanyak, yakni sekitar 32 orang. Begitu juga Australia dan Jepang menurunkan cukup banyak atletnya untuk bersaing pada kejuaraan dunia karate WKF Premier League yang pertama di Indonesia ini, yakni 18 dan 13 peserta.

Yang jelas, persebaran peserta kejuaraan ini sangat luar biasa. Selain peserta dari negara-negara Asia, Jepang, Iran, Qatar, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, peserta dari empat benua lainnya juga turut ikut serta. Dari benua Amerika misalnya, beberapa karate dari Bolivia, Venezuela, dan Cile menyatakan ikut ambil bagian. Sementara Eropa diwakili para karateka terbaik asal Perancis, Swedia, Ukraina, Rusia, dan Wales. Begitu juga wakil benua Australia, yakni Selandia Baru, sudah mengirimkan daftar atletnya untuk bertanding di ajang WKF Premier League Jakarta tersebut. Sementara benua Afrika diwakili Afrika Selatan dan Senegal.

Sejauh ini, sistem pendaftaran yang dilakukan langsung melalui WKF. Artinya, para karateka dunia melakukan pendaftaran bukan kepada panitia di Indonesia, melainkan lewat jalur online yang dibuka WKF. Termasuk, tim tuan rumah Indonesia melakukan pendaftaran melalui jalur online.

Khusus ajang Karate1 WKF Premier League, Indonesia sudah mencatatkan prestasi bersejarah dengan merebut dua medali emas lewat kata beregu putra dan putri pada Kejuaraan Dunia Karate1 WKF Premier League di Istanbul, Turki, September tahun lalu.

Tentunya, prestasi ini diharapkan bisa dipertahankan tim pelatnas SEA Games 2013 di Premier League Jakarta kali ini. Apalagi, status Indonesia adalah tuan rumah, yang pastinya akan sangat membantu dalam peningkatan motivasi para karateka.

”Kami berharap kejuaraan ini bisa terselenggara dengan lancar. Yang jelas, kami sudah siap melaksanakan itu karena kami sudah mempersiapkan event ini cukup lama. Dan, kami berterima kasih banyak atas dukungan para sponsor seperti Bank BRI, Adaro, dan Artha Graha Peduli, yang turut menyukseskan acara ini,” ujar Ketua Panitia Brigjen Pol Syafruddin yang juga Kapolda Kalimantan Selatan.

Syafruddin nmenanbahkan, kelas yang dipertandinkan di juaraan ini senior, Kata perorangan putra/putri, Kata beregu putra/putri. Kumite perorang putra – 60 kg, 67 kg, - 84 kg, dan + 84 kg. Kumite perorangan putri terdiri kelas – 50 kg, - 55 kg, – 61 kg, - 68 kg, dan + 68 kg.

“Disamping mendapatkan medali dan maskot, peraih medali kumite putra/putri dan kata perorangan putra/putri, mendapat hadiah uang meliputi: medali emas EUR 500,- perak EUR 300,- dan perungu EUR 100,- Sedangkan untuk beregu putra/putri medali emas EUR 600.- perak EUR 400.- dan perunggu EUR 200”. Tegas Ketua Panita Syafruddin ***M Ridwan SUMBER : http://www.pbforki.org/index.php?option=com_content&view=article&id=886:forki-bri-adaro-dan-artha-graha-kolaborasi-datangkan-karateka-dunia&catid=68:news&Itemid=113
Read More...

INKAI JUARA KEJURNAS KARATE PIALA MENDAGRI


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) akhirnya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Kadet dan Junior Piala Mendagri XVI, yang digelar selama tiga hari, mulai Jumat (1/6) hingga Minggu (3/6), di Gelanggang Olah Raga (GOR) Arie Lasut, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Dengan menurunkan 36 atletnya, Inkai sukses meraih peringkat teratas atau juara umum, dengan raihan 9 medali emas, 4 medali perak, dan 7 medali perunggu. Disusul DKI Jakarta pada posisi peringkat dua dengan jumlah atlet yang diturunkan 33 atlet berhasil meraih 5 medali emas, 4 medali perak dan 6 medali perunggu. Peringkat ke tiga diraih kontingen Sulawesi Selatan dengan jumlah atlet yang diturunkan 18 atlet, berhasil mendapat 3 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu.

Kontingen Sulawesi Utara A sendiri yang merupakan tuan rumah kejurnas kali ini dengan menurunkan 21 atletnya, hanya mampu berada pada peringkat ke 11 dengan raihan 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Hal ini jelas menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan pegiat olah raga ini untuk berbenah agar pada pelaksanaan kejurnas berikutnya dapat berprestasi.

Untuk best of the best atau peraih predikat atlet terbaik dalam kejurnas kali ini, menjadi kebanggaan Inkai Jawa Timur yang sukses menempatkan dua atletnya sebagai yang terbaik pada masing-masing kelas yang diikuti yakni Sotantio Renaldy Pratama sebagai Best Of The Best Kadet Putra dan Vina Aprilia sebagai Best Of The Best Junior Putri. Selain dua atlet asal Inkai Jatim tersebut, dua atlet dari kontingen lainnya yakni Ifka Widya dari Inkanas Sulawesi Selatan berhasil menjadi Best Of The Best Kadet Putri dan Gede Rizky Gustita Wisnu dari KKI Bali sukses raih Best Of The Best Junior Putra.

Seperti diketahui bahwa kejurnas yang digelar kali ini selain sebagai sarana memasyarakatkan olah raga karate, juga sebagai sarana memperkenalkan daerah-daerah di Indonesia dan ajang pemanasan persiapan Kejuaraan Asia AKF akan diselenggarakan di Uzbekistan pada 9-15 Juli mendatang. (tos) SUMBER : http://manado.tribunnews.com/2012/06/04/inkai-juara-kejurnas-karate-piala-mendagri
Read More...

Jumat, 25 Mei 2012

PERGURUAN PERKAINDO BERUBAH NAMA DAN LAMBANG MENJADI SHOTO-KAI

Lambang Lama

Lambang Baru



SURABAYA, Timex-Salah satu aliran perguruan dibawah naungan PB FORKI, yakni Perguruan Karate-Do Indonesia (PERKAINDO) secara resmi telah dikembalikan ke nama aslinya, Shotokan Karate-Do Indonesia yang disingkat SHOTO-KAI.
Dan perubahan nama itu telah dideklarasikan di Airlangga Room, Hotel Bumi Surabaya (Hotel Hayat) di Surabaya, Minggu (19/4) lalu. Dalam deklarasi itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SHOTO-KAI, Frans Fernando menjelaskan bahwa, perubahan nama dari PERKAINDO ke SHOTO-KAI dilakukan dalam musyawarah nasional (Munas) bersama pengurus PERKAINDO yang dihadiri Kebid Pembinaan PB FORKI, Maju Daryanton Hutapea di Hotel Century-Park Jakarta, bulan Februari 2009 lalu. Saat itu, dengan pertimbangan agar perguruan ini (PERKAINDO) bisa kembali eksis dan mendukung perkembangan pembinaan olahraga karate yang dinaungi PB FORKI, disepakati agar namanya dikembalikan ke nama asli, yakni SHOTO-KAI, yang mana nama dan logonya kembali ke aslinya, yakni logo dalam rupa macan. "Dengan pendeklarasian ini, saat rakernas PB FORKI di Lampung bulan Juni nanti, dimohon kepada PB FORKI agar perubahan nama ini diumumkan secara resmi," pinta Frans Fernando, Ketua Umum PB SHOTO-KAI masa bakti 2009-2014.

Masih kata Frans Fernando, setelah pendeklarasian ini, PB PERKAINDO yang tadinya berpusat di Jakarta, kini berpindah ke Surabaya di Jawa Timur. "Setelah deklarasi ini, PB SHOTO-KAI sudah membulatkan tekad untuk menyumbang atlet-atlet berprestasi ke PB FORKI untuk mengikuti seluruh program kegiatan yang dilakukan PB FORKI, misalnya menyumbangkan atlet untuk agenda nasional maupun internasional.

Pada bulan Agustus nanti, PB SHOTO-KAI akan melaksanakan Kejuaraan Karate Terbuka (Open Kejurda) dan kegiatan Gasuku Nasional di Kupang-NTT. "Alasan menggelar Open Kejurda di NTT karena pertimbangan pasukan terbesar ada di NTT, dimana anggotanya saat ini meliputi 12 pengurus cabang," jelas Frans Fernando.

Sementara itu, Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan PB FORKI, Maju Daryanto Hutapea yang hadir dalam deklarasi itu, dalam sambutannya menjelaskan, perubahan nama ini karena PB PERKAINDO yang sebelumnya tak aktif melakukan program kegiatan, oleh pengurusnya mendatangi PB FORKI untuk berkonsultasi agar bagaimana bisa kembali eksis dalam mendukung usaha memajukan karate di Indonesia ke depan. Maka disepakatilah untuk merubah nama dari PB PERKAINDO ke SHOTO-KAI yang dilalui dalam Munas di Jakarta, Februari lalu.

Dengan deklarasi ini, Maju Daryanto meminta kepada pengurus besar yang baru agar memenuhi segala persyaratan yang ada, baik AD/ART, mars dan sebagainya sehingga saat Rakernas di Lampung nanti diumumkan secara resmi ke forum.

Maju Daryanto mengatakan, atas pendeklarasian ini, SHOTO-KAI diminta untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia, agar karate Indonesia bisa tetap eksis, tidak saja di dalam negeri, namun di dunia internasional. "Saya mau katakan bahwa saat ini Karate Indonesia terancam dengan bersinarnya atlet-atlet asal Vietnam dan Malaysia. Kita harus siap, kalau tidak kita akan tertinggal. Karena itu, saya harap agar segala ego pribadi, kelompok atau perguruan serta konflik interest lainnya yang selalu menghambat perkembangan olahraga ini, supaya dihindari. Marilah kita bersatu dan berusaha memberi sumbangsih terbaik untuk PB FORKI," pinta Maju Daryanto.

Pendiri PERKAINDO dan SHOTO-KAI yang juga sesepuh karate Indonesia, Usman Tambang yang mendapat kesempatan berbicara dalam forum itu mengatakan, sebenarnya peguruan SHOTO-KAI ini bukan baru di Indonesia. Kalau melihat sejarah, perguruan ini sudah ada sejak tahun 1969. Hanya saat itu, oleh induk organisasi karate di Indonesia, PB FORKI tak mengijinkan agar perguruan ini ikut dalam kegiatan pertandingan yang dilakukan FORKI.

Maka diubah namanya menjadi PERKAINDO. Dalam perjalanannya, kata Usman, program kegiatan yang dilakukan PERKAINDO makin minim dan tidak aktif. Ini semua karena faktor usia dirinya serta minimnya dukungan dana yang membuat organisasi ini menjadi kurang aktif melaksanakan program kegiatan. Ketika ada Frans Fernando yang siap meneruskan perguruan ini dengan mengembalikan ke nama aslinya, SHOTO-KAI, maka dengan penuh keiklasan dia menyerahkan kelanjutan perguruan ini dengan harapan ke depan terus eksis dengan kegiatan-kegiatannya.

Dalam pendeklarasian itu, PB SHOTO-KAI secara resmi memberikan penghargaan DAN Kehormatan kepada tiga tokoh karate Indonesia, yakni Maju Daryanto (DAN VIII Shotokan), Usman Tambang (DAN VI Shotokan) dan serta Segar Gunawan (DAN VI Shotokan).
Tak hanya itu, saat deklarasi, selain hadir Sekretaris PB FORKI, hadir juga pengurus daerah SHOTO-KAI dari NTT, NTB, Bali, DKI, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Maluku.
Deklarasi itu juga dimeriahkan dengan penampilan atlet-atlet SHOTO-KAI Jawa Timur yang tampil memeragakan juru komite dan kata, baik perorangan maupun beregu. (aln)


SUSUNAN PB SHOTO-KAI
(Masa Bakti 2009-2014)

Pembina : Drs. Usman Tambang
Penasehat : Seger Gunawan
Ketua Umum : Fransiscus Fernando, SE
Wakil Ketua Umum : Johan Rumagit, SE, Ak
Ketua Dewa Guru : Hatta Edison
Wakil Ketua Dewan Guru : Fransiscus Fernando
Sekretaris Jendral : Dra. Damayanti Srilestari
Wakil Sekretaris Jendral : Juleini Selviani
Bendahara Umum : Merrsy Luistan Lumba, SE
Wakil Bendahara Umum : Robertus Fernando
Bidang Pembinaan Prestasi : Lolita Ratna Wulan, SE
Bidang Organisasi : Agustakari Arifin, SH
Bidang Litbang : Drs. Ir. Johanes Paulus, MM
Bidang Hubungan Daerah : F. A. Setiawan Joko Martono
Bidang Hubungan Luar Negeri : Elly Susana, A.Md
Bidang Dana : 1. Fandy Halim, ST
2. Kusuma Atmadja, SH
Bidang Humas : Kristanti Anggraeni, SH
Seksi Pertandingan : Maria Dian Natalianingsih, S.Pd
Seksi Perwasitan : Joko Mulyo, S.Pd
Seksi Latihan dan Ujian : 1. Edhi Noviayanto H.
2. Yoktan Taneo
Seksi Kesehatan : 1. dr. Kartika Sri Redjeki
2. dr. Dody Taruna
Seksi Umum : Martin Imanuel


SUMBER : http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=31754
Read More...

Senin, 07 Mei 2012

KEJUARAAN DUNIA KARATE1 WKF PREMIER LEAGUE JAKARTA 2012

KEJUARAAN DUNIA KARATE1 WKF PREMIER LEAGUE JAKARTA 2012



Read More...

GUBERNUR SUMUT PUJI ATLET KARATE JUNIOR

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Di akhir pekan pada umumnya anak-anak remaja menghabiskan waktunya di rumah atau berlibur bersama keluarga. Namun, atlet-atlet junior karateka di Sumatera Utara tidak melakukan itu. Mereka lebih memilih mengukir prestasi di Kejuaraan Daerah Junior Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki) Sumut.

Pujian ini dilontarkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho saat membuka Kejurda Junior Forki Sumut, Sabtu (5/5/2012). Kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (6/5/2012) berlangsung di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jl Williem Iskandar, Medan, Sumatera Utara.

"Saya sangat berterima kasih atas dedikasi atlet-atlet karate junior. Tidak banyak yang memilih untuk bekerja keras mengukir prestasi seperti yang kalian lakukan di sini. Mungkin anak-anak lain sedang berlibur hari ini, tetapi kalian memilih untuk bertanding di sini," ujar Gatot.

Ia berharap dari Kejurda Junior Forki Sumut ini akan lahir bibit baru yang akan mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional. Seperti para seniornya, Jintar Simanjuntak dan Donny Dharmawan yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di SEA Games 2011 lalu.

"Kejurda ini sekaligus akan menjadi tempat seleksi siapa yang berhak mengikuti Kejurnas Piala Mendagri di Manado. Saya harap semuanya bertanding dengan sungguh-sungguh," ujar Gatot.

Kejurda Junior Karate yang dilaksanakan Pengurus Provinsi Forki Sumut ini diikuti oleh 362 peserta 362 dari 21 Pengcab dan 17 Pengda. Peserta akan bertanding di 26 kelas.

Ketua Umum Pengprov Forki Sumut Rahmat Shah mengaku senang dengan pelaksanaan Kejurda Junior Karate tahun ini. Pasalnya, baru kali ini Kejurda dilaksanakan ditempat yang sangat layak. "Terima kasih kepada Bapak Plt Gubernur yang membantu memberikan izin penggunaan gedung serba guna ini. Ini menjadi even pertama yang dilakukan di tempat ini," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini atlet-atlet karate dari Sumatera Utara sudah sangat diperhitungkan di tingkat nasional. "Untuk mencapai prestasi puncak dibutuhkan pelatihan yang komprehensif, berkesinambungan, dan terukur. Semuanya bergantung pembinaan. Kami Forki sumut tidak akan bisa berbuat banyak jika tidak ada kerjasama dengan semua pihak," jelas anggota DPD RI ini.

Namun ia mengaku masih banyak terjadi kekurangan di mana-mana. "Harapan kami Pemda memberikan perhatian lebih kepada olahraga khususnya karate. Seperti saat ini kami selalu kewalahan, seperti sarana pendukung juga masih sangat minim," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Indonesia.

Meski demikian, Rahmat Shah berkomitmen akan terus berkontribusi untuk memajukan olahraga di Sumut. "Harapan kami Kejurda Junior ini dapat melahirkan atlet-atlet yang akan menjadi juara pada kejuaraan yang lebih besar," katanya.
SUMBER : http://www.tribunnews.com/2012/05/05/gubernur-sumut-puji-atlet-karate-junior
Read More...

KEJUARAAN KARATE PIALA PANGLIMA TNI TERBUKA 2012



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, membuka Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI Terbuka tahun 2012, yang diikuti sekitar 500 peserta karate dari seluruh Indonesia di GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur, Kamis (26/4/2012) malam.

Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI Terbuka tahun 2012, merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan, sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi TNI-Polri dan pembinaan prestasi karate nasional.

Kegiatan ini didedikasikan untuk satu tujuan, yaitu integrasi dan prestasi, sesuai tema: “Dengan Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI Terbuka Tahun 2012 kita tingkatkan persaudaraan antar karateka dan menumbuhkan semangat karate sejati guna mencapai prestasi yang lebih tinggi”.

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Panglima TNI mengatakan, kepada seluruh pengurus KOMI (Komite Olah Raga Militer Indonesia) Angkatan dan pengurus Provinsi, serta klub cabang olahraga karatedi seluruh tanah air, kejuaraan karate ini agar dijadikan sarana membangun sinergitas dan evaluasi terhadap pencapaian prestasi nasional maupun internasional. Karate diharapkan dapat menghadirkan berbagai terobosan baru dan kreativitas inovatif dalam pembinaan prestasi.

Panglima TNI juga memberikan apresiasi atas terbitnya buku karangan Sensei Kolonel Laut (S) Ivan Yulivan, dengan judul: The Way Of Karate-Do dan Petuah Sang Guru serta buku Karatewa Kunshi No Bugei, karate adalah beladiri orang-orang bijaksana.

Kejuaraan karate diikuti kelompok TNI/Polri, PNS TNI/Polri dan kelompok umum, dengan mempertandingkan Kumite Perorangan Putra dan Putri, Kumite Beregu Putra dan Putri, KATA Perorangan Putra dan Putri serta KATA Beregu Putra dan Putri.
SUMBER : http://www.tribunnews.com/2012/04/27/kejuaraan-karate-piala-panglima-tni-terbuka-2012
Read More...

INDONESIA TUAN RUMAH KOMPETISI KARATE SEDUNIA 2012


Bola.net - Federasi Karate Dunia (WKF) menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Kompetisi Liga Utama Ke-6 WKF pada 2012 kata Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), Hendardji Soepandji.





"WKF telah menetapkan Indonesia menjadi tuan rumah WKF Premier League keenam tahun depan, di mana dalam satu tahun minimal akan ada lima kompetisi dan maksimal 10 kompetisi," katanya di Jakarta, Kamis (5/5).

Pada 2011, kompetisi itu sudah mulai 15-16 Januari di Paris, Prancis dan akan dilanjutkan pada 17-18 September di Istambul, Turki, serta pada 12-13 November di Salburg, Austria.

Pada 2012, rencananya kompetisi itu digelar di Zurich, China, dan Indonesia. "Jadwal kompetisi yang tahun depan masih akan ditentukan tanggal dan bulan kompetisinya pada 6 Juni 2011 nanti oleh WKF, dan Indonesia kebagian kompetisi yang keenam," katanya.

Ia mengatakan, peserta kompetisi itu merupakan atlet pilihan yang harus terdaftar sebagai anggota WKF dan mendapat kartu identitas WKF.

Pemenang kompetisi mendapatkan medali dan hadiah berupa uang. Juara pertama perorangan 300 euro, kedua 200 euro, dan ketiga 100 euro, sedangkan juara pertama tim 600 euro, kedua 400 euro, dan ketiga 200 euro.

Ia menjelaskan, setiap atlet akan mendapat skor dan peringkat sesuai sistem WKF. Peraih skor dan peringkat tertinggi pada akhir putaran sesi liga utama WKF disebut Grand Winner. Peraih skor dan peringkat tertinggi perorangan akan mendapat hadiah uang 1.000 euro dan tim 1.500 euro. (ant/zul)

SUMBER : http://www.bola.net/olahraga_lain_lain/karate-indonesia-tuan-rumah-kompetisi-dunia-2012-6e2e3b.html Read More...

Rabu, 18 April 2012

HUT INKAI Ke-41


Inkai baru saja memperingati hari jadinya yang ke-41. Peringatan itu dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasi karateka. Peringatan hari jadi ke-41 Institut Karate Indonesia (Inkai), Perguruan Inkai Cabang Kalteng menggelar latihan bersama di Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (15/4) pagi.Sebelum menggelar latihan di Bundaran Besar, karateka Inkai berkumpul di halaman Mapolda Kalteng. Dari lokasi itu, mereka kemudian jalan bersama dan berlari  mengitari Bundaran Besar.Selain diisi dengan latihan bersama berupa penyamaan gerak, kegiatan juga diisi dengan pembacaan atlet berprestasi tingkat regional dan nasional, dengan jumlah 6 atlet. Keenam atlet karate berprestasi itu antara lain, Desti Wulandari, Trifa, dan Magdalena pada tingkat nasional. Sedangkan pada tingkat regional yakni Kevin, Rian, dan Junianto.Puncak acara berupa pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Pengprov Inkai Kalteng.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 200 karateka yang berasal dari ranting perguruan di Palangka Raya. Di antarannya, Polda Kalteng, Zibang, Tangkiling dan Marang, MTsN 2, Madrasah, MTsN 1 Model, SMA Nusantara, Stipas, Akbit Betang Asi, Perbankan/BI.Karateka tersebut merupakan pemegang sabuk putih hingga sabuk hitam dan coklat.Ketua Umum Pengprov Inkai Kalteng Deni Riadi Efendi, mengatakan, momentum HUT ke-41 Inkai ini diharapkan agar dapat meningkatkan dan mengembangkan prestasi Inkai Kalteng dalam kontribusinya untuk pembangunan.“Diharapkan, ke depannya Inkai Kalteng dapat bersatu dan kompak antaranggota. Kemudian akan banyak atlet Inkai Kalteng untuk bisa membela bangsa dan negara,” sambungnyua,“Yang paling utama untuk pembinaan prestasi atlet, agar pemerintah dapat memperhatikan tempat latihan atlet. Karena selama ini Inkai Kalteng belum memiliki gedung tempat latihan, dengan latihan tersebar dimana-manam,” ujarnya.Dia menyebut, meski terkendala kurangnya sarana dan prasarana, pihaknya tetap membina atlet. “Seperti saat ini 28 atlet yang difokuskan latihan secara khusus disiapkan untuk mengikuti event di tingkat regional dan nasional,” kata Deny.“Meskipun dengan minimnya sarana dan prasaran karateka Kalteng sudah banyak mengukir prestasi dengan meraih medali emas di ajang tingkat nasional. Hal tersebut membuktikan bahwa karateka Kalteng sudah meningkat tingggal pembinaan lebih lanjut saja,” jelasnya.Ke depannya, lanjut Deni, pihaknya mempersipakan sejumlah karateka potensial untuk mengikuti event lain demi mengharumkan Bumi Tambun Bungai.Dalam kesempatan yang sama, Panasehat Inkai Kalteng yang juga wakil SHM Kalteng Sensei H Renal Wijaya, mengungkapkan, perlunya penegakan kedisiplinan dan teraturnya anggota SHM Inkai Kalteng dalam rangka pembinaan atlet yang lebih serius mengarah ke prestasi. Terkait penegakan disiplin ini, Inkai Kalteng baru saja  menonaktifkan 2 anggota SHM atau pelatih.Menurutnya, pemberhentian  secara tidak hormat ini didasari berbagai alas an dan telah tertuang dalam surat keputusan Dewan Guru Institut Karate-Do Indonesia, dengan nomor: SK/02/DG/II/2012 tertanggal 2 Frebuari 2012. SK tersebut memutuskan bahwa 2 anggot SHM Inkai Kalteng diberhentikan secara tidak hormat.“2 anggota MSH Inkai Kalteng yang dinonaktifkan tersebut yakni Ruslan Abdul Gani dengan peringkat DAN IV serta Arianson dengan peringkat DAN III. Maka tingkatan DAN, sertifikat pelatihan, dan perwasitan yang dimiliki dicabut, dinyatakan tidak berlaku dilingkungan perguruan Inkai bahkan diluar perguruan Inkai,” jelasnya. obn

Deni menambahkan, acara ini juga bertujuan mengingat kembali visi dan misi untuk bela bangsa dan negara. Inkai akan terus berusaha untuk mengembangkannya di Kalteng.
SUMBER : http://media.hariantabengan.com/index/detailpowergamesberitaphoto/id/23810
Read More...

Selasa, 10 April 2012

PELATNAS KARATE UNTUK SEA GAMES MULAI DILAKUKAN



Jakarta - PB FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia) mulai mempersiapkan para atletnya untuk SEA Games XXVII di Myanmar pada 2013 mendatang. Pelatnas menjadi salah satu bentuk persiapannya, meski aktivitas itu dilakukan tanpa dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).


Pelatnas sejak dini tersebut dilakukan guna mewujudkan target juara umum pada Sea-Games 2013 Myanmar, sebagaimana dikatakan Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji saat secara resmi membuka pelatnas SEA Games XXVII di Hall C Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/4/2012).

"Kami harus mempersiapkan diri lebih dini. Karena persaingan di Myanmar akan lebih ketat ketimbang di Indonesia," ujarnya. 

Sebanyak 36 atlet akan mengikuti pelatnas di Jakarta melalui empat tahap dengan sistem promosi dan degradasi yang berlaku per lima bulan. Nantinya, atlet yang tidak bisa mengikuti materi secara otomatis akan dicoret dan digantikan dengan atlet yang lebih baik.

Selain pelatnas, persiapan lain untuk para karateka Indonesia adalah dengan mengikuti kejuaraan dunia WKF (World Karate Federation) Premier League di Jakarta, 23-24 Juni mendatang, yang diikuti oleh 80 negara.

"Kita patut bangga Indonesia mendapat kepercayaan WKF untuk menggelar kejuaraan bergengsi ini. Karena itu, kami akan bekerja keras untuk menggelar event tersebut."

"Setelah itu, hari ini sudah siap pelatnas. jadi kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya, karena kita kedatangan tamu dari berbagai negara." imbuh Hendardji.

Sebagai catatan, karate tampil sebagai juara umum di SEA Games XXVI dengan merebut 10 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Indonesia juga sudah menorehkan dua medali emas melalui nomor Kata beregu putra dan putri di WKF Premier League di Turki, September 2011 lalu.

Tanpa Dana & SK dari KONI

Pada kesempatan yang sama, Hendardji juga mengungkapkan kalau kegiatan pelatnas yang dilakukan oleh PB FORKI dilakukan tanpa dukungan dana dari KONI, yang bahkan juga belum mengeluarkan SK terkait pendanaan. Ia tampak tak habis pikir mengingat Program Indonesia Emas (Prima) sejatinya bisa mengeluarkan anggaran dana secara terus-menerus.

"Walaupun belum ada dukungan dari KONI, saya selaku ketua umum PB Forki mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank BRI yang telah mendukung dan mengantarkan pelatnas dalam persiapan Sea-Games."

"Program Indonesia Emas itu kan sepanjang tahunan sehingga dana itu harus tetap ada dan bisa dialirkan. Dua minggu yang lalu saya ketemu Ketua KONI katanya akan dikeluarkan, tapi sampai dengan saat ini belum ada SK-nya," ujar Hendardji.

Padahal, lanjut mantan karateka nasional itu, faktor pendanaan sangatlah penting terlebih jika ingin melakukan ujicoba dan pelatihan di luar negeri. Ia menghitung, selama dua tahun kalkulasi global pendanaan bisa berkisar sampai Rp 20 miliar.

"Try-out dan training camp di luar negeri itu sangat besar sekali dananya. Dalam satu tahun mungkin bisa mencapai 8 kali ke luar negeri," lugas Hendardji.

( krs / mfi ) 
Read More...