INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Rabu, 21 Desember 2011

OSO CUP, PEMBINAAN KARATE BERKELANJUTAN


JAKARTA– Para karateka terbaik Indonesia siap adu teknik dan strategi. Mereka berebut menjadi yang terbaik di ajang Kejuaraan Nasional Karate OSO Cup 2011 yang dilangsungkan di Dojo KKI, Grand Wisata,Bekasi,25–27 Maret mendatang.

Ajang yang memperebutkan piala bergilir salah satu tokoh karate nasional Oesman Sapta Odang tersebut memang mendapat sambutan luas dari karateka seluruh Indonesia.Apalagi,ajang yang menjadi kalender PB Forki 2011 ini dijadikan sebagai seleksi pembentukan tim karate pelatnas Indonesia Open III di Jakarta,1–2 Juni mendatang.Karena itu, ajang OSO Cup dipastikan berlangsung ketat.Apalagi,ada hadiah dana pembinaan yang menggiurkan dari persaingan mereka, yakni senilai Rp1 miliar. Ini yang membuat gengsi kejuaraan ini makin meningkat.Sebab,ini memang event karate nasional pertama yang memberikan penghargaan kepada para karatekanya sampai senilai Rp1 miliar.

Terlebih muara dari pembinaan karate di ajang ini adalah pembentukan tim inti SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.Sebab,di Indonesia Open nanti mereka akan bersaing ketat dengan tim pelatnas SEAG 2011 yang sudah menjalani pelatnas sejak Mei 2010. Menurut Ketua Panitia Raja Sapta Ervian,pihaknya akan berusaha keras untuk menyukseskan event OSO Cup pertama ini.Apalagi,ajang ini jadi parameter event OSO Cup berikutnya yang memang diagendakan sebagai kegiatan rutin Forki. ”OSO Cup adalah bagian pembinaan karate berkelanjutan.Karena itu,ajang ini diharapkan menjadi agenda rutin PB Forki, baik itu setahun atau dua tahun sekali. Intinya,kami akan berusaha keras untuk menyukseskan ajang ini,apalagi muaranya ke SEA Games 2011,”tandas Eyi— panggilan akrab Ervian–,yang juga Ketua Umum Pengprov Forki DKI Jakarta.

Soal persiapan,Eyi mengaku sudah hampir 100%.Pihaknya tinggal menuntaskan hal-hal yang bersifat teknis di lapangan,termasuk memastikan jumlah peserta yang akan tampil pada ajang yang akan digelar di dojo karate terbesar di dunia tersebut. ”Persiapan kami sudah lebih dari 90%. Kami siap menggelar event tersebut secara maksimal demi pembinaan karate nasional,”tandas Eyi. Sementara itu,Wakil Ketua Panitia Yoyo Satrio menyatakan sampai H-2 kejuaraan, pendaftaran peserta sudah mencapai 565 atlet dari 14 perguruan dan 21 pengurus provinsi Forki se-Indonesia.Mereka akan bersaing di 17 kelas yang dipertandingkan. Bahkan,para pemenangnya akan kembali bertanding memperebutkan predikat Best of The Best yang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp25 juta untuk putra dan putri.

”Kami senang para karateka begitu antusias menghadapi event ini.Kami tentu akan membatasi jumlah peserta.Sebab, kami ingin kejuaraan ini lebih berkualitas, bukan sekadar kuantitas,”ucap Yoyo. Faktanya begitu.OSO Cup memang berbeda dengan kejurnas-kejurnas lain yang dinaungi Forki seperti Piala KSAD dan Piala Mendagri,terutama karena pemenang kejuaraan ini mendapat uang pembinaan.Semua itu tentu akan lebih memacu motivasi karateka untuk bersaing ketat memperebutkan tiket ke Indonesia Open dan hadiah uang pembinaan. Di sisi lain,Ketua Umum PB Forki Hendardji menilai Kejuaraan OSO Cup 2011 memiliki nilai yang sangat strategis. Sebab,dari eventitu akan muncul karatekakarateka lapis dua yang siap bersaing dengan karateka lapis pertama.”OSO Cup merupakan jembatan ke Indonesia Open 2011 yang nantinya menjadi seleksi akhir tim SEAG 2011.

Karena itu,kejuaraan ini menjadi sangat bernilai.Tentunya,saya sangat berterima kasih kepada Pak Oesman Sapta yang telah memberikan dukungan besar terhadap Forki,terutama dengan digelarnya OSO Cup 2011,”ujar Hendardji. fahmi faisa
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/388894/
Read More...

Jumat, 09 Desember 2011

POLLING BAKAL CALON GUBERNUR DKI JAKARTA 2012

Untuk semua keluarga besar Karate-Do di seluruh indonesia...mohon isi polling untuk pemilihan Calon Gubernur DKI Jakarta 2012...dan pilih polling untuk BAPAK HENDARDJI SOEPANDJI....

Pilih Polling tersebut di Link ini : 
http://www.jak-tv.com/app/pollgubdki/index.php


Oss...terima kasih
Read More...

Piala Gubernur Jatim VII 2011

FORKI Jawa Timur dan FORKI Jombang kembali mengadakan Kejuaraan Karate Terbuka yang ke-7 kalinya. Pertandingan yang akan memperebutkan 3 Piala yaitu Piala Jend (Purn) Widjojo Soejono IV yang merupakan pendiri dan Ketua PB FORKI pertama kalinya, kemudian Piala Gubernur Jawa Timur VII dan Piala Bupati Jombang IX.

Maksud dan tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah :
1. Pembinaan dan pengembangan atlit muda sebagai bagian dari pencarian atlit baru untuk disaring dan dipilih menjadi atlit andalan FORKI JATIM, juga diharapkan akan melahirkan karateka-karateka nasional yang dapat mengharumkan nama Bangsa di arena Internasional.
2. Sebagai wahana untuk membangkitkan dan memberi motivasi pembinaan di daerah menjadi lebih baik, sekaligus menjadi salah satu parameter keberhasilan pembinaan di daerah.
3. Sebagai wahana untuk silaturahmi antara Pembina, pengurus dan atlit di seluruh Cabang.

Kelas-kelas yang akan dipertandingkan mulai dari Pemula (7-11 thn), Pemula (12-13 thn), Cadet (14-15 thn), Junior (16-17 thn), Under 23 (18-22 thn) Dan juga akan memperebutkan Best of the best Putra dan Putri.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi contact person:


Sensei Drs.Kwat Prayitno M.Si. (081330160516)
Adhe Rengga Drestian, S.Or (085649438226)
M.Makhfudz ( Bang Ucupz ) (08175146608) - (0321)6977608
E-mail : ooshadm@yahoo.co.id
Sumber : http://home.dasrilkarate.com/berita/info-kejuaraan/item/26-piala-gubernur-jatim-vii-2011
Read More...

Selasa, 22 November 2011

TIM KARATE SEA GAMES 2011 LAMPAUI TARGET



Tim AndrieWongso
Tim karate Indonesia tampil luar biasa di SEA Games 2011. Ditargetkan untuk meraih tujuh medali emas, cabang ini malah mempersembahkan 10 medali emas. Selain melampaui target, pencapaian itu juga melebihi perolehan medali di SEA Games 2009 di Laos yang kala itu hanya meraih tiga medali emas.


Cabang karate memperebutkan 17 medali emas, 17 perak, dan 34 perungu. Indonesia menjadi juara umum dengan 10 medali emas, 2 perak dan 4 perungu. Malaysia di urutan kedua dengan 4 emas, 2 perak, dan 8 perungu. Urutan ketiga adalah Vietnam dengan 3 emas, 8 perak, dan 2 perungu. Tim lainnya tidak mendapatkan emas.

Emas Indonesia diraih melalui Umar Syarief, Flenty Enoch, Faizal Zainuddin, Donny Dharmawan, Jintar Simanjuntak, Yulanda Asmuruf, tim Kata putra dan putri, serta tim Kumite putra dan putri.

"Ini hasil luar biasa. Ini buah dari kerja keras tim selama ini," kata Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji. Menurut Soepandji, tim karate sudah berlatih di pelatnas sejak hampir dua tahun lalu dan mengikuti delapan ajang uji coba internasional.

Indonesia pernah meraih jumlah medali lebih banyak di cabang karate ketika SEA Games dilaksanakan di Jakarta tahun 1997. Saat itu Indonesia meraih 14 medali emas. Namun bagaimanapun hasil 10 medali emas kali ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
Sumber : http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=4481
Read More...

Rabu, 12 Oktober 2011

OSU ATAU OSH



Satu ucapan yang sama namun berbeda penulisan. Itulah Osu dan Osh.

Mana yang benar? Bagi sebagian praktisi beladiri Jepang terutama Karate tentunya hal ini membingungkan. Meski diucapkan dengan bunyi yang sama, “Os,” namun kata ini dalam bentuk tulisan berbeda hurup akhir. Antara U dan H.

Mungkin tidak masalah jika yang menulis dan membaca tulisan kata itu adalah sama-sama orang Indonesia. Mahfum, kalau ada sedikit kesalahan, karena memang bukan bahasa sendiri. Namun akan jadi soal, jika yang membaca penulisan itu adalah orang Jepang, si pemilik bahasa.

Menurut beberapa praktisi seni beladiri Jepang di tanah air yang notabene memiliki wawasan budaya dan bahasa Jepang, penulisan yang benar adalah Osu.

Sebagaimana dijelaskan Senpai Bachtiar Effendi, owner Fokushotokan.com, indoshotokan.blogspot.com dan mediakarate.blogspot.com, perbedaan penulisan itu dilatarbelakangi pelafalan kata oleh orang Jepang.

“Osu!” Diucapkan dengan intonasi yang agak cepat, sehingga hurup U di akhir kata nyaris tak terdengar. Sehingga bagi telinga kita, terdengar seperti bunyi “Oss” atau “Osh.”

Istilah Osu tidak hanya berlaku dalam karate. Bahkan sebagian klub olah raga di Jepang (tidak hanya karate) menggunakannya. "Osu" secara harfiah berarti iya, baik (tanggapan atas suatu perintah).

Jika diteruskan kira-kira, "iya/baik saya kerjakan". Namun karena karate memang bela diri yang berfilosofis, Osu berkembang menjadi makna yang lebih dalam yaitu kesiapan atau ketahanan mental sorang praktisi karate menghadapi ujian yang berat baik saat latihan atau dalam hidup kesehariannya.

Osu juga berarti rasa terima kasih. Yang lebih penting hormat seorang juhior pada senior (sangat terlihat di Jepang).

Sensei Robert Mustard, sebagaimana dikutip dari aikidoshudokanindonesia.com, menjelaskan, di Jepang, orang-orang yang menggunakan kata “Osu!” adalah olahragawan-olahragawan di SMA dan universitas, serta mereka yang belajar karate.

Di perusahaan–perusahaan, Anda juga akan mendengar kata ini, tapi mereka menggunakannya karena untuk mengatakan “Ohayo gozaimasu” (selamat pagi) dan mereka menyingkatnya menjadi kata Osu!

Selain Karate, seni beladiri Aikido aliran Yoshinkan juga menggunakan kata ini sebagai ucapan salam, tanda menghormati dan sapaan.

Kata “Osu!” aslinya ditulis dalam karakter hurup Cina. Terdiri dua hurup, hurup pertama adalah “Osu!” yang arti dalam kamus adalah “mendorong”. Huruf kedua adalah “Nin” yang artinya adalah Shinobu, yaitu endure (tabah), persevere (bertahan), put up with (toleransi) .

Jika semuanya dijadikan satu, maka artinya menjadi: kita harus memacu diri kita untuk tetap tabah menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pelatihan, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam budo, “Osu!” juga digunakan untuk memberi salam atau jawaban yang berarti bahwa kita siap untuk mengikuti perintah dan petunjuk pelatih. harry (http://martialartist-area.blogspot.com)
Sumber : http://wadokai-banten.org/index.php?option=com_content&view=article&id=58:osu-osh&catid=35:karate&Itemid=2
Read More...

MEMBACA SERANGAN LAWAN



Untuk dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan Kumite dibutukan keterampilan dalam mengantisipasi serangan lawan. Untuk itu selain kecepatan dan kereflekan dari gerakan kita dibutuhkan, juga yang paling penting kita dapat membaca pikiran Lawan Bertarung kita Jadi sebenarnya yang paling terpenting dalam suatu pertarungan Kumite adalah kita dapat membaca pikiran lawan kita. Untuk dapat membaca pikiran lawan kita dibutuhkan ketenangan pikiran. Pikiran kita harus setenang mungkin tidak boleh ada perasaan gelisah, cemas, grasah-grusuh, takut dan semacamnya. Dalam bertarung, kita harus mengikuti prinsip Karate yaitu Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan). Dalam Mizu no kokoro (pikiran layaknya air), kita dituntut untuk memiliki pikiran yang tenang setenang air dalam bertarung. Sebab pikiran yang setenang air mampu memantulkan semua benda disekitarnya, termasuk jalan pikiran musuh. Sedangkan dalam Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda2 di sekitar kita, termasuk melihat peluang2 untuk melancarkan  Poin serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Kemudian sambil melakukan kedua perinsip tersebut secara bersamaan, perlahan-lahan tabir kelemahan pertahanan lawan mulai terungkap. Dan disaat itu kita melancarkan serangan ke arah lawan Itulah  sedikit tip dan trik dalam Pertarungan Kumite tentang bagaimana mengalahkan lawan Kumite dalam sebuah pertandingan beladiri,Dengan  menjalankan dan merasakan prinsip Karate Mizu no kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan) adalah benar.

            Jadi kedua prinsip itu dapat kita terapkan ketika melakukan sparing (pertarungan) bersama beberapa rekan.
Pertanyaan apa yang membuat anda menang dalam pertarungan kumite?
untuk menemukan jawaban yaitu mengikuti dua prinsip Karate itu.

Lalu Satu pertanyaan lagi pada diri sendiri, apa yang membuat anda sukses melakukan dua perisip itu?
Jawabannya adalah karena kamu berpikiran tenang saat menghadapi lawan.

Kemudian muncul pertanyaan lagi :kalau begitu apa yang membuat pikiran dan perasaan anda tenang pada saat itu?
setelah menggali dan terus menggali ternyatan jawabannya yaitu karena merupakan akumulasi proses panjang selama kamu latihan, jadi dengan latihan yang teratur, serius menghayati, dan konsisten akan memberikan perasaan yakin pada dirimu sendiri sehingga dengan mudah pikiranmu akan tenang.

Apa yang jadi penyebab anda bisa menenangkan pikiran anda dibandingkan dengan dulu padahal dulu dan sekarang sama2 giat berlatih?
Ternyata jawabannya adalah pada teknik2nya.

Berikut Tips2 teknik cara membaca serangan lawan dari saya:

1.
Perhatikan/ arahkan pandangan kita pada daerah sekitar kepala lawan, terutama daerah sekitar mata lawan. Jangan sekali2 pandangan kita mengarah kepada tangan/kaki lawan ataupun keduanya sebab pandangan yang tertuju selain pada kepala akan mudah dimanipulasi lawan ujung2nya lawanlah yang dapat membaca pikiran kita dan kitapun malah jadi smakin grogi. Dengan mengarahkan pandangan kita ke bagian kepala musuh maka akan proses membaca pikiran lawanpun akan dimulai.

2.Tahap kedua, ketika kita mengarahkan pandangan kearah kepala lawan maka kita selanjutnya diharuskan menenangkan pikiran, jadi secara serentak kita menenangkan pikiran dan mengarahkan pandangan ke sekitar kepala lawan. Pada tahap ini kita sebenarnya sedang mempercepat proses pembacaan pikiran lawan. Makin tenang dirimu makin mudahlah anda membaca pikiran lawan anda. Hal2 yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:
                          
2.a.Jangan takut ketika pandangan kita hanya tertuju ke kepala lawan seolah2 kita tidak mengawasi/waspada terhadap anggota tubuh lain yang menjadi alat  penyerang seperti tangan dan kaki. Sebab ketika kita memandang kearah kepala lawan disamping pikiran kita tenang juga harus disertai dengan keyakinan bahwa latihan rutin yang selama ini kita jalankan akan memberikan dampak yang significan pada diri kita,terutama meningkatkan gerak reflek kita saat diperlukan pada situasi dan kondisi tertentu. Pikiran kita jangan juga memikirkan gerakan/teknik apa yang harus kita keluarkan melainkan pikiran kita harus dikondisikan tanpa beban, biarlah mengalir seperti air mengikuti gerak-gerik lawan.

2.b. Setelah kita menatap ke arah kepala, menenangkan diri dan yakin jangan lupa untuk menerapkan prinsip Karate yang kedua yaitu Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan). Biarkanlah lawan menyerang sebanyaknya sampai kita tahu dimana letak kelemahannya. Pada umumnya prinsip ini bertujuan menembus benteng pertahanan lawan. Ketika kelemahan lawan sudah diketahui maka buru2 lansung kita balas dengan serangan kita.

2.c. Pada saat kita menatap kearah kepala lawan kita dan kita sudah berhasil membaca pikiran lawan tetapi setelah itu sulit membaca pikiran lawan lagi, maka jangan putus asa. Arahkan pandangan kita terus pada daerah sekitar kepala, terutama pada kedua mata lawan. Biasanya sekali kita bisa melakukannya seterusnya akan bisa.Pada intinya keberhasilan kita memenangkan suatu pertarungan atau perkelahian di pengaruhi oleh:
1.     Ketenangan pikiran kita, semakin tenang pikiran kita semakin bisa untuk membaca serangan lawan (jangan lupa untuk terus menatap daerah kepala lawan terutama mata)
2.       Ketenangan pikiran kita dipengaruhi oleh keyakinan kita, Maka untuk memperkuat keyakinan kita adalah dengan latihan karate yang disiplin dan benar. Juga dapat pula ditambah dengan Berdoa dgn mengucapkan Doa yang penuh harapan untuk dapat memenangkan pertandingan Kumite ini.
Sumber : http://sites.google.com/site/websitewahid/artikel membacaseranganlawandalampertarungankumite
Read More...

LATIHAN KECEPATAN UNTUK KUMITE


4 Poin Porsi latihan  yang dapat anda Pilih untuk mempersiapkan diri Dalam Pertandingan Komite.

1. Lari jarak pendek 1 - 2 km
2. Lari jarak menengah 3 - 5 km
3. Lari jarak jauh 6 - 10 km
4. Sprint 50 - 100 meter

            Tubuh kita yang terdiri dari dua serat otot yaitu otot merah dan otot putih. Serat otot merah adalah serat otot yang bekerja dengan lambat namun lebih tahan lama atau yang lebih dikenal dengan “sentakan lambat”. Sedangkan serat otot Putih adalah serat otot yang bekerja dengan cepat dan meledak-ledak yang dikenal dengan “sentakan cepat”.
Setiap orang mempunyai komposisi yang berbeda-beda antara otot putih dan otot merah, atau dengan kata lain seseorang mungkin ada yang memiliki serat otot Putih lebih banyak dibandingkan dengan otot merah, tapi yang lainnya ada yang memiliki serat otot putih yang lebih sedikit dibandingkan otot merahnya.



            Atlit olympiade yang lari pada jarak pendek seperti 100m/400m mempunyai sejumlah besar otot putih. Sedangkan pelari marathon dan pelari jarak jauh seperti 1600m mempunyai sejumlah besar otot merah. Jika kita tukar antara si pelari jarak jauh dengan jarak pendek, maka pelari jarak pendek akan mudah kelelahan di marathon dan pelari marathon akan sangat lambat larinya di jarak 100m.
Bila anda sudah mempunyai komposisi serat otot putih maupun merah yang mungkin tidak sesuai dengan harapan anda tidak apa2. Itu karunia dari Sang Maha Pencipta, nikmatilah! Tapi berita baiknya serat2 otot tersebut bisa dilatih.
            Kemudian yang perlu anda pahami adalah bahwa Karate adalah olahraga yang cepat dan meledak-ledak. Poin akan anda dapatkan saat anda menyerang cukup cepat untuk mengenai sasaran sebelum lawan anda dapat menghindar. Akan menjadi sulit jika anda bergerak dengan lambat.

            Jika anda memilih jawaban no. 3 adalah artinya anda berlatih gerakan yang lambat untuk  Mempertahankan pada waktu yang lama, sedangkan dalam pertandingan waktunya Cuma 3-4 menit per ronde (bukan waktu yang lama).
Jika anda memilih jawaban no. 2, maka anda masih melatih otot merah anda. Jarak 3-5 km adalah jarak untuk daya tahan bukan untuk ledakan.

            Jika anda memilih jawaban no. 1, anda masih benar tapi masih kurang masalahnya saat anda berlari 1-2 km, potensi otot putih belum digunakan dengan maksimal. Coba pikir seperti ini, kita ambil rata-rata, biasanya seorang Karateka bisa berlari dengan jarak ini sekitar 5-6 menit. Masih saja, ini masih kurang tepat karena dalam pertandingan karate, anda memerlukan ledakan yang besar namun dalam waktu yang pendek.

            Dan Jika anda memilih jawaban no.4 maka itu suatu jawaban yang tepat karena dalam sebuah lari sprint yang maksimal membuat otot anda bekerja dengan kemampuan yang sama dengan saat pertandingan Karate. Sekarang mungkin anda bertanya, "tapi hanya dibutuhhkan waktu 13 detik untuk berlari sprint 100 meter, dan pertandingan Karate berlangsung 3 menit." Jadi hal ini kenapa anda akan beristirahat selama 15 detik kemudian berlari sprint lagi 100m. Lanjutkan dengan pola seperi ini sampai waktu 3 menit. maka anda akan terbiasa dengan waktu pertandingan Taekwondo sekitar 2-3 menit dengan waktu istirahat 1 menit.

            Pola berulang ini sprint-istirahat-sprint-istirahat dst. sangat mirip dengan pertandingan Karate. Kebanyakan pertandingan ada saat yang meledak-ledak yakni sekitar 13 detik. Kemudian biasanya ada waktu seseorang akan tidak melakukan serangan dan hanya berputar-putar sekitar lapangan sebelum kemudian melakukan ledakan lagi.
            Begitulah persiapan fisik untuk pertandingan, tapi menurut pendapat penulis lari jarak jauh juga tidak boleh diabaikan, karena dengan berlari jarak jauh tubuh kita akan menjadi siap atau tidak kaget dalam melakukan latihan sprint, sehingga sprint kita bisa mencapai tingkat yang maksimal. Lari jarak jauh juga berguna untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita dalam bertarung jika dalam pertarungan yang sebenarnya, seumpama kita sedang melawan satu orang atau dikeroyok tiga orang, maka kita dituntut untuk mempunyai ketahanan fisik yang lama, karena dalam pertarungan yang sebenarnya tidak mengenal waktu, jadi siapa yang paling tahan itu adalah yang menang.
Sumber : http://sites.google.com/site/websitewahid/artikel/tehniklatihankecepatanuntukkomite
Read More...