INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
Dojo 104 - Jakarta Selatan

Selasa, 18 Agustus 2015

Juara Umum Kejurda, Kabupaten Bandung Kiblat Karate di Jabar


BANDUNG - Karateka Kabupaten Bandung menunjukkan eksistensinya sebagai kiblat pembinaan cabang olahraga (cabor) karate di Jawa Barat. Buktinya, mereka tampil sebagai juara umum Kejurda karate Championship 2015.

Pada event yang digelar 14-16 Agustus itu, karateka Kabupaten Bandung meraih 20 medali emas, 10 perak, dan 31 perunggu. Sedangkan di peringkat kedua diduduki Kota Bekasi dengan 10 emas, 5 perak dan 11 perunggu.

Disusul tim karate Kota Bandung di peringkat ketiga yang mengumpulkan 9 emas, 12 perak dan 18 perunggu. Kota Depok menjadi kuda hitam yang berhasil merangkak ke posisi empat besar setelah mengoleksi 5 emas, 4 perak dan 3 perunggu mengungguli Kota Bogor di posisi kelima, dengan 3 emas, 5 perak dan 6 perunggu.

Hasil ini disambut positif M Budiana, ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat. Dia segera menindaklanjuti potensi prestasi yang dimiliki Kabupaten Bandung ini.

"Akan kita laporkan ke bidang II (bidang pembinaan dan prestasi)  KONI Jabar, supaya potensi prestasi ini bisa tetap dijaga dan ditingkatkan," ucap Budiana kepada wartawan usai menutup event ini.

Kebetulan, dari Kementerian Pemuda dan Keolahragaan, kata Budiana, masing-masing daerah di Indonesia harus mempunyai cabor unggulan agar memudahkan mencari bibit-bibit atlet potensial yang disiapkan untuk kejuaraan tingkat internasional.

"Jadi pembinaannya tersentralisasi. Jabar selain renang, juga mempunyai potensi kuat dari cabang olahraga beladiri. Salah satunya karate yang kini terus berkembang," ujar Budiana.

Bahkan, karate Kabupaten Bandung disebutkan Budiana sempat didaulat sebagai daerah pembinaan dan prestasi nomor satu di Indonesia. "Penghargaan itu kalau tidak salah diraih di tahun 2010." ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua umum (Ketum)
Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung ini. 
Sumber : http://sports.sindonews.com/read/1033962/51/juara-umum-kejurda-kabupaten-bandung-kiblat-karate-di-jabar-1439809331
Read More...

Rabu, 31 Desember 2014

7 Year Old Girl Karate Master

7 Year Old Girl Karate Master | Incredible Kankud…: http://youtu.be/65QCHZDXKmA

Read More...

Minggu, 04 Mei 2014

PENGPROV FORKI SUMBAR GELAR KEJURWIL KARATE


DHARMASRAYA, SO -- Gubernur Sumatera Barat Prof.Dr. H. Irwan Prayitno, P.Si, M. Sc, didampingi ketua umum Pengprov FORKI Sumbar Hendra Irwan Rahim secara resmi menabuh Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Karate, Jumat (2/5) di Hall Stikes Dharmasraya.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan, pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan yang di gelar Dispora bersama pengprov Forki, karena itu kedepan kegiatan karate agar lebih besar lagi dilaksanakan dibandingkan saat ini. Dan tentunya keinginan itu hanya dapat terwujud atas dukungan dana APBD Sumbar dan Forki sendiri.

"Kejuaraan karate yang lebih besar bukan tidak mungkin bisa terwujud di tahun 2015. Apalagi Ketua Pengprov Forki Sumbar yang diperkirakan akan terpilih menjadi Ketua DPRD Sumbar periode mendatang, tentu dukungan dana APBD bisa terwujud jika Pengprov dan DPRD dapat saling bekerjasama," kata Irwan Prayitno.

Ketua Pengprov Federasi Olahraga Karate-do (FORKI) Sumbar Hendra Irwan Rahim menyatakan tekad untuk menggelar kejuaraan karate se Asean sudah lama diapungkan.

Hanya saja pihaknya tentu ingin melihat terlebih dahulu sejauh mana antusias karateka untuk mengikuti kejuaraan yang digelar FORKI Sumbar. Namun setelah melihat pergelaran kejuaraan karate di dua edisi sebelumnya di tingkat Sumbar dan Wilayah Sumatera, dirinya optimis kejuaraan karate se Asean bisa terlaksana.

"Setelah kita lihat di dua edisi sebelumnya yang telah berhasil digelar, kita rencanakan di akhir tahun 2014 menggelar Kejurnas karate tingkat nasional, dan di 2015 kita laksanakan untuk tingkat Asean," terang Hendra dengan nada optimis.

Ditambahkan Hendra beberapa negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia telah menyatakan minatnya jika Ranah Minang jadi menggelar kejuaraan karate tingkat Asean.

Bahkan, Pengurus pengurus karate di Malaysia sudah mengontak dirinya secara pribadi, agar secepat mungkin melaksanakan niat tersebut," Pengurus karate Malaysia sudah kontak saya, agar kejuaraan karate se Asean bisa digelar di Sumbar,"ungkapnya.

Melihat tingginya gairah peserta Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) karate se Sumatera yang dibentang dari 2-4 Mei 2014 di Kabupaten Dharmasraya, dengan jumlah peserta lebih kurang 800 karateka yang terdiri dari 45 kontingen provinsi se- Sumatera, Pengprov FORKI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertekad bakal menggelar kejuaraan karate se Asia Tenggara (Asean) pada 2015 mendatang.

Dilaporkan : mul - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-18958-pengprov-forki-sumbar-gelar-kejurwil-karate.html#sthash.R88paOoY.dpuf
Read More...

Selasa, 05 November 2013

RAHASIA PERINGKAT SABUK DALAM KARATE (1)

Sobat karate, sudah memegang sabuk apakah Anda sekarang di dojo? Kuning? Biru? Atau barangkali sudah sabuk hitam? Tidak perlu berkecil hati jika sobat masih belum sabuk hitam. Memang benar, sabuk hitam adalah impian banyak praktisi karate. Sekedar informasi, setiap sabuk dalam karate mempunyai makna. Setiap sabuk mewakili karakter tertentu. Sehingga jika ada yang mengatakan sabuk putih lebih baik daripada sabuk hitam, maka hal itu tidak sepenuhnya benar.   Berbeda dengan bela diri ala barat, bela diri timur biasanya mempunyai akar filosofi yang kuat. Bukan hanya gaya atau teknik bela dirinya, bahkan untuk urusan peringkatpun juga demikian. Ini bisa dilihat dari warna sabuk atau gelar yang berbeda. Ukuran untuk menentukan dua hal diatas biasanya dari usia, kemampuan yang dimiliki praktisinya, dan tingkat kesulitan teknik yang sedang dipelajari.Dalam bela diri Jepang seperti judo, karate, dan aikido ada dua jenis peringkat, yaitu mudansha (berarti pemula atau dibawah sabuk hitam) dan yudansha (telah memegang sabuk hitam). Praktisi pada level mudansha sering disebut kyū (dibaca: kyuu), dan sistem ini berbeda antar dojo atau aliran. Ada aliran yang mengawali dengan sabuk berwarna putih sementara di dojo yang lain menggunakan sabuk berwana putih dengan strip tertentu. Contoh lain ada dojo yang menyebut sabuk hijau berada di level Gokyū (kyū lima) tapi ada dojo yang menyebutnya diatas atau dibawah peringkat itu.    Sebagai tambahan, di Jepang moderen penggunaan istilah kyū ini ternyata juga diterapkan di dunia pendidikan. Di sekolah menulis huruf kanji, misalnya, mereka menerapkan ujian kelulusan berbasis kyū. Para murid akan mulai dari kyū sepuluh hingga paling akhir adalah kyū satu. Kurang lebih mirip dengan ujian naik kelas di sekolah Indonesia. Saking sulitnya, bahkan ada juga ujian pre- kyū, atau test sebelum masuk level kyū.      
Seorang gadis menulis kanji di salah satu sekolah menulis kanji di Tokyo. Foto berasal dari Japan Daily Press

Nah, kembali lagi ke bela diri Jepang, peringkat kyū menggunakan sistem progresif (meningkat) dalam urutan menurun. Artinya, peserta akan mulai dari kyū terendah yaitu sepuluh, dan menempuh ujian demi ujian hingga kyū satu sebagai yang tertinggi. Semakin tinggi peringkat yang akan diraih, maka makin sulit pula ujiannya. Berikut ini adalah urutan standar baku peringkat kyū di Jepang:

PERINGKAT
PENULISAN
PENGUCAPAN
Kyū 1 (tertinggi)
一級
Ikkyuu
Pre Kyū 1  
準一級
Jun-Ikkyuu
Kyū 2
二級
Nikkyuu
Pre Kyū 2
準二級
Jun-Nikyuu
Kyū 3
三級
Sankyuu
Kyū 4
四級
Yonkyuu
Kyū 5
五級
Gokyuu
Kyū 6
六級
Rokyuu
Kyū 7
七級
Nanakyuu
Kyū 8
八級
Hachikyuu / Hakyuu
Kyū 9
九級
Kyuukyuu
Kyū 10
十級
Jukkyuu
Tanpa Peringkat
無級
Mukyuu
 
Lalu bagaimana dengan Shotokan? Funakoshi memang mengadopsi sistem peringkat dalam judo, namun itupun tidak sepenuhnya. Saat awal modernisasi karate di Jepang, Funakoshi hanya menerapkan tiga warna sabuk untuk Shotokan, yaitu: putih untuk kyū delapan sampai empat, coklat untuk kyū tiga sampai satu, dan tentu saja sabuk hitam. Untuk yudansha sendiri Funakoshi awalnya hanya menetapkan maksimal sampai godan (dan lima).

Setelah berakhirnya Perang Dunia II para tokoh karate di Jepang berkumpul. Mereka adalah Gichin Funakoshi (Shotokan), Tsuyoshi Chitose (Chito-ryu), Kenwa Mabuni (Shito-ryu), Gogen Yamaguchi (Goju-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan). Mereka mengembangkan peringkat kyū/dan menjadi lebih sistematis dan menjadi semacam norma yang baku. Walau demikian, saat itu organisasi yang berasal dari Shotokan seperti JKA dan Shotokai untuk yudansha maksimal masih tetap sampai godan.

Setelah dibentuknya Federation of All Japan Karate-Do Organizations (FAJKO) tahun 1964 dibuatlah standarisasi baru untuk sistem peringkat. Organisasi karate yang berada di bawah payung FAJKO mulai menerapkan warna yang berbeda untuk peringkat mudansha atau kyū. Urutan sabuk untuk karate Jepang dimulai dari putih sebagai paling awal dan hitam sebagai paling akhir. Kecuali putih dan hitam, warna sabuk diantaranya boleh dimodifikasi.

Lain halnya dengan Okinawa. Pulau kecil tempat asal karate ini menerapkan sistem kyū/dan sekitar tahun 1956 setelah dibentuknya Okinawa Karate Association (OKF). Menurut catatan sejarah, Chosin Chibana (Shorin-ryu) dan Kanken Toyama (Shudokan) telah diakui memegang peringkat dalam karate oleh Menteri Pendidikan Jepang. Chibana banyak berperan dalam terbentuknya OKF. Sejak saat itulah ada pembagian peringkat antara murid pemula dengan yang lebih senior. (bersambung – Indoshotokan).

SUMBER : http://indoshotokan.blogspot.com/2013/10/rahasia-peringkat-sabuk-dalam-karate-1.html
Read More...

KEJUARAAN KARATE (INKAI) JAKARTA SELATAN TAHUN 2013


INSTITUT KARATE-DO INDONESIA
KEJUARAAN KARATE JAKARTA SELATAN
TAHUN 2013


Tanggal : 17 November 2013
Tempat :  Dojo Inkai Propinsi DKI Jakarta ( Jalan Margasatwa No. 123, Pondok labu, Jakarta Selatan)
Waktu : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai.

Biaya Pendaftaran : Perorangan = Rp. 25.000,- Beregu = Rp. 50.000,-

Info Lebih lanjut hub :
Rudi      : 0813 1656 2010
Faisal   : 0821 2222 9656 / 087887665783
Samhari : 0817 666 7567
Aya       : 0856 9305 5077


Read More...